Harga Sayur-sayuran Turun, Deflasi di Kendari 0,76 Persen – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Harga Sayur-sayuran Turun, Deflasi di Kendari 0,76 Persen

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
Kepala BPS Sultra Atqo Mardiyanto menjelaskan perkembangan ekonomi di Kendari sepanjang September, di ruang press conference Kantor BPS Sultra, Senin (2/10).

BKK, KENDARI– Penurunan harga bahan pokok terutama sayur-sayuran memicu terjadinya deflasi atau penurunan harga secara umum di Kota Kendari. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat deflasi di Kota Kendari pada ini sebesar 0,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 125,89.

Kepala BPS Sultra Atqo Mardiyanto menjelaskan, dari 82 kota yang menghitung inflasi, 32 kota tercatat mengalami deflasi dan 50 kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Manado (Sulawesi Utara) sebesar 1,04 persen dan deflasi terendah tercatat di Tembilahan (Riau) 0,01 persen.

Sementara itu inflasi tertinggi tercatat di Tual (Maluku) sebesar 1,59 persen.
Deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan 3,03 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,06 persen.

Sementara kelompok yang tercatat inflasi yaitu kesehatan 0,22 persen, sandang 0,17 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,06 persen.

“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga serta transport, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan,” tuturnya saat jumpa pers bulanan di Kantor BPS Sultra, Senin (2/10).

Atqo melanjutkan, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar dari jenis sayur-sayuran, seperti bayam, kacang panjang, kangkung, tomat buah, tomat sayur, bawang merah, sawi hijau, terong panjang, cabai rawit, dan ekor kuning.

Namun di sisi lain, sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan harga, yakni layang/benggol, tembang, kembung/gembung/banyar/ gembolo/aso-aso, beras, teri, cakalang/sisik, bandeng/bolu, minyak goreng, shampo, dan cumi-cumi.

Secara umum, tingkat inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-September) 2017 tercatat 3,46 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2017 terhadap September 2016) 3,49 persen. Inflasi pada periode yang sama September 2016 tercatat -0,01 persen, tahun kalender (Januari – September) 2016 sebesar 3,04 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk September 2016 terhadap September 2015 tercatat 3,09 persen.

“Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, tujuh kota tercatat deflasi dan empat kota tercatat inflasi. Deflasi tertingi tercatat di Manado 1,04 persen dengan IHK 128,26 dan deflasi terendah tercatat di Palopo 0,04 persen dengan IHK 127,48,” tutupnya. (p14/c/aha)

 

To Top