Guru Besar di UHO Kembali Bertambah – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Guru Besar di UHO Kembali Bertambah

SUMARDIN/BERITA KOTA KENDARI
Suasana pengukuhan ketiga guru besar oleh Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun F, SSi MSi MSc , Senin (2/10).

BKK, KENDARI – Guru besar di Universitas Halu Oleo (UHO) kembali bertambah. Kali ini, giliran tiga dosen dari fakultas pertanian kampus hijau tersebut resmi menyandang gelar profesor sertelah dikukuhkan, Senin (2/10).

Tiga guru besar yang dikukuhkan di Gedung Auditorium Mokodompit itu yakni Prof Dr Ir Muhidin MSi sebagai guru besar pada bidang budidaya tanaman, kemudian Prof Dr Ir H Andi Khaeruni R MSi guru besar bidang ilmu penyakit tumbuhan, serta Prof Dr Ir Yulius Barra Pasolon MSc.

Dalam sambutannya, Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun F SSi MSi MSc mengatakan, pengukuhan guru besar kali ini terasa spesial karena ketiga guru besar tersebut berasal dari fakultas yang sama. Dan, Menteri Pertanian RI Dr Andi Amran Sulaiman menghadiri langsung pengukuhan tersebut.

“Pengukuhan ini juga dihadiri langsung Menteri Pertanian RI, jadi spesialnya bertambah-tambah,” ucap Zamrun di sela-sela pengukuhan.

Katanya, pengukuhan Prof Dr Ir Muhidin MSi merupakan pengukuhan guru besar di UHO yang ke-69, kemudian Prof Dr Ir H Andi Khaeruni MSi ke-70 dan Prof Dr Ir Yulius Barra Pasolon MSc yang ke-71.
“Sejak saya menjabat sebagai Rektor UHO periode 2017-2021, saya sudah mengukuhkan guru besar sebanyak delapan orang. Mudah-mudahan terus bertambah dua atau tiga guru besar sampai akhir tahun 2017,” katanya.

Ia mengungkapkan, bertambahnya guru besar menunjukkan bahwa UHO adalah Perguruan tinggi yang dapat diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. Apalagi, berdasarkan release dari Kemenristek Dikti 2017, UHO telah berhasil berada di urutan ke-37.

Kemajuan UHO itu, lanjutnya, ditunjukkan oleh kinerja yang semakin baik oleh para guru besar, dosen dan semua civitas akademika yang ada.
“Jika seorang guru besar sebagai kewajibannya bisa menghasilkan satu karya ilmiah terindeks maka setiap tahunnya UHO bisa menghasilkan 71 karya ilmiah yang terindeks pada jurnal internasional. Olehnya itu, kita harus membuat karya yang lebih maju, bekerja keras untuk menyempurnakan pendidikan agar memunculkan profesionalisme dalam meneliti dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkannya, berdasarkan laporan Kemenristekdikti, UHO termasuk universitas yang produktif dalam proses pengusulan guru besar. Namun katanya, menjadi seorang guru besar bukan akhir dari capaian sebagai seorang dosen, tetapi harus dijadikan spirit untuk membangkitkan inspirasi baru guna melahirkan karya-karya yang lebih bermanfaat untuk bangsa dan negara.

“Semua dosen memiliki peluang menjadi guru besar. Olehnya itu, saya sebagai rektor, menyampaikan kepada seluruh dosen yang bergelar doktor agar segera mengusulkan untuk menjadi guru besar di bidang ilmunya masing-masing,” pungkasnya. (p12/b/nur)

To Top