Polisi Masih Kejar Tersangka Pembunuhan Sekuriti UT Kendari – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Masih Kejar Tersangka Pembunuhan Sekuriti UT Kendari

DOK BKK
Korban saat diangkat ke atas mobil ambulace.

BKK, KENDARI – Khafid Sailon alias Apid (35) meregang nyawa setelah dikeroyok sekelompok orang tidak dikenal.
Lelaki yang bekerja sebagai sekuriti Universitas Terbuka (UT) Kendari ini mengalami luka parah pada perut sebelah kiri akibat sabetan benda tajam.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Depan Gerbang BTN Mahkota Hijau Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari, Sabtu (30/9) sekira pukul 01.30 Wita

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia Komisaris Polisi (Kompol) Haeruddin mengurai, pengeroyokan ini bermula dari Apid bersama tiga temannya berkendara menggunakan dua sepeda motor hendak pulang ke rumah masing-masing.

Kala itu, Apid cs baru saja selesai pesta minuman keras (miras) di rumah salah seorang temen mereka bernama Nanang, yang beralamat di Jalan Jambu Putih Poasia.

Tepat di depan Puskesmas Poasia, tiba-tiba melintas kendaraan para pelaku. Sambil melewati kendaraan Apid cs, para pelaku meneriaki Apis cs.
Tak terima, Apid cs membalas juga dengan teriakan.

Persis di depan BTN Mahkota Hijau, para kedua kelompok berhenti. Terjadilah perkelahian di mana kemudian korban terkena tikaman pada bagian perut sebelah kiri, hingga mengakibatkan ususnya terburai.

Melihat korban terkapar, para pelaku melarikan diri. Korban kemudian berteriak, bahwa dirinya sudah terkena tikaman.

Korban sempat dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari. Korban dibawa salah seorang temannya bernama Encong, dengan menggunakan sepeda motor.

Namun, sekira pukul 03.00 Wita, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia. Dan pagi hari itu juga, mayat korban dibawa ke Raha Kabupaten Muna untuk dikebumikan.

“Mereka (korban cs) mengonsumsi miras, yaitu tiga botol jenever dan tiga botol bir,” ujar Haeruddin.

Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini menambahkan, kini pihaknya sedang melakukan pengejaran kepada para pelaku.

Selain itu, tambah Haeruddin, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan awal mengenai ciri-ciri para pelaku.

“Pelakunya sedang kami selidiki. Saksi-saksi yang kami sudah periksa Jalil, Bahtiar, Rolan (teman korban saat kejadian),” tuntasnya. (man/b/iis)

To Top