Pemutihan Pajak Kendaraan Berlaku sampai Desember – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Pemutihan Pajak Kendaraan Berlaku sampai Desember

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
MANFAATKAN KESEMPATAN INI. Pejabat Dinas Pendapatan Daerah, Samsat dan Jasa Raharja foto bersama usai sosialisasi Pergub No 33/2017 dan Pergub No 34/2017 tentang pemutihan pajak kendaraan dan pembebasan bea balik nama kendaraan, di sela-sela acara Car Free Day di Lapangan Tugu Religi Sultra, Kendari (1/10).

Bea Balik Nama juga Digratiskan

BKK, KENDARI– Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan pemutihan pajak kendaraan bermotor menyusul diberlakukannya Peraturan Gubernur Sultra No.33 tahun 2017 tentang Pembebasan/Keringanan Pajak Kendaraan bermotor.

Tak hanya pemutihan pajak, kendaraaan yang sudah beralih kepemilikan juga digratiskan dengan turunnya Pergub Sultra No 34/2017 tentang Pembebasan/Keringanan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua untuk Kendaraan Bermotor Nomor Polisi Sultra (DT) dan Nomor Polisi Luar Sultra.

Pemutihan pajak maupun pembebasan bea balik nama ini mulai berlaku 1 Oktober sampai 31 Desember.
Dua Pergub tersebut disosialisasikan di acara car free day di Lapangan Tugu Religi Kendari, Minggu (1/9).

Pemerintah Provinsi Sultra bersama Samsat dan Jasa Raharja membangun stand dan mulai melayani para pemilik kendaraan. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sultra, Irwan Laliasa mengatakan pemutihan pajak itu dilakukan untuk mendorong peningkatan pajak kendaraan.

“Selama ini sangat sulit mencapai (target) 100 persen. Padahal pajak ini sangat penting dalam memajukan daerah,” kata dia.

Irwan pun menekankan akan pentingnya kesempatan ini bagi masyarakat. Pasalnya, pemutihan pajak seperti ini terakhir kali dilakukan sekitar sepuluh tahun yang lalu.

“Kita tidak bisa memprediksi kapan lagi diadakan pemutihan pajak seperti ini,” katanya.

Agar kebijakan ini diketahui lebih luas, Pemprov, Samsat dan Jasa Raharja akan melakukan melakukan sosialisasi melalui kendaraan khusus. Kendaraan itu juga nantinya bisa digunakan untuk melayani masyarakat yang ingin menyelesaikan tunggakan pajak kendaraannya.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (KUPTD) Samsat Kota Kendari, Dedi Agus Susanto menambahkan, sosialisasi ke daerah-daerah akan dimulai awal bulan ini juga. Bagi yang ingin membayar pajak, syaratnya juga dipermudah. Cukup membawa KTP asli.

Jika perpanjangan atau ganti pelat, harus membawa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), KTP dan cek fisik kendaraan.

Irwan melanjutkan, pemutihan pajak kendaraan hanya diberlakukan untuk tahun sebelumnya dan tahun yang berjalan. Misalnya, STNK-nya mati pajak selama lima tahun, maka denda pajaknya dibersihkan sehingga yang dibayarkan hanya pokoknya.

“Misalnya pajaknya Rp 1 juta per tahun, maka itu saja yang dibayar,” jelasnya.

Mengenai peralihan kendaraan dari tangan pertama dan seterusnya, itu juga digratiskan bea balik namanya. Selama ini, kata dia, sebagian besar masyarakat tidak peduli dengan bea balik nama. Hal ini tidak saja berdampak pada menurunnya pencapaian target pajak, tetapi juga membuat administrasi kepemilikan kendaraan tidak tertib.

“Pajak kendaraan yang menunggak kurang lebih Rp 171 miliar. Kita menunggu selama dua tahun pun tidak bisa dapat,” tuturnya.

Karena itu, dia kembali menekankan agar masyarakat segera memanfaatkan kebijakan ini karena sangat langka terjadi. Jangan menunggu sampai batas terakhir baru mau beramai-ramai datang ke Samsat.

Sementara Kepala Jasa Raharja Cabang Kendari, Jhon Veredy Panjaitan mengatakan, ketidakpatuhan terhadap pembayaran pajak kendaraan juga berimplikasi pada klaim asuransi kecelakaan jalan raya. Bagi yang tidak patuh membayar pajaknya, sudah pasti sulit menerima klaim asuransi. (p14/b/aha)

To Top