Keberhasilan Pemilu Ditentukan Integritas Penyelenggara dan Peserta – Berita Kota Kendari
Suksesi

Keberhasilan Pemilu Ditentukan Integritas Penyelenggara dan Peserta

ALEX/BERITA KOTA KENDARI
Ketua KPU Kota Kendari, Ade Suerani saat memberikan sambutan pembukaan acara sosialisasi.

BKK, KENDARI – Keberhasilan penyelenggaraan pemilu sangat ditentukan seluruh stakeholder yang terlibat di dalamnya. Mulai dari penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu, peserta dalam ini Parpol, pemerintah, dan masyarakat.

Hal itu dikatakan Ketua KPU Kota Kendari, Ade Suerani saat membuka sosialisasi penyelenggaraan pemilu 2019 di Swissbel-Hotel Kendari, Sabtu (30/9).
“Untuk mewujudkan pemilu berintegritas, bukan saja ditentukan anggota KPU, tetapi juga peserta pemilu yaitu parpol. Misalnya memberikan edukasi kepada anggotanya atau masyarakat untuk menjadi pemilih berintegritas,” kata Ade.

Kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilu 2019 diikuti parpol baik parpol lama maupun yang baru, LSM, tokoh masyarakat dan pers.

Ade menjelaskan, bahwa saat ini tahapan pemilu 2019 sudah berjalan yang akan diawali dengan pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu.

“Saya minta dukungan dari parpol khususnya parpol baru agar sering berkomunikasi dengan KPU untuk memudahkan dalam proses verifikasi. Karena proses verifikasi pemilu kali ini berbeda dengan lima tahun sebelumnya,” kata Ade.

Menurut Ade, dari sekitar 70-an parpol baru yang mendaftar di Kemenkumham, baru sekitar 9 parpol yang masuk di Kota Kendari. “Baru 9 parpol yang berhasil kami lacak yang ada di Kota Kendari. Ini pun kami kesulitan mendapatkan alamat kantornya,” kata Ade.

Dia juga menjelaskan, pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak antara pemilu legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres).

Sementara akademisi FISIP Universitas Halu Oleo (UHO), Dr Muh Najib Husain yang tampil sebagai pemateri menjelaskan, pemilu atau pesta demokrasi yang merupakan hajatan rakyat sekali dalam lima tahun melahirkan pemimpin baru dari hasil pilihan rakyat.

“Namun dibalik itu, diperlukan integritas penyelenggara dalam menyelenggarakan hajatan itu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Najib yang juga Ketua Konsentrasi Komunikasi Pascasarjana menjelaskan 10 prinsip penyelenggaraan pemilu.
Dikatakan, dalam 10 prinsip tersebut, point pertama adalah integritas baik proses penyelenggaraannya, penyelengsara maupun pesertanya.

“Integritas ini yang sangat penting untuk dijunjung tinggi baik penyelenggara maupun peserta demi suksesnya acara dan sukses administrasi,” katanya.

Integritas tersebut kata dia, sesungguhnya tidak saja tertuju pada penyelenggara, tetapi peserta pemilu sebagai kontestan, partai politik sebagai pengusung dan masyarakat sebagai pemilih.

“Integritas merupakan landasan utama yang ada dalam setiap penyelenggara sehingga masyarakat sebagai pemilih tidak akan kehilangan rasa percaya terhadap penyelenggara, namun integritas tidak saja dituntut pada penyelenggara, tetapi juga pada peserta pemilu sebagai kontestan dan partai politik sebagai pengusung,” ujarnya.

Najib Husain mengingatkan juga pada penyelenggara di tingkat KPU maupun Bawaslu agar dalam melakukan pembentukan badan adhoc di tingkat kecamatan harus melihat dari kompetensi dan profesional agar tercipta integritas pada penyelenggara.

Dalam kegiatan ini juga menampilkan anggota KPU Hayani Imbu menyampaikan materi terkait jadwal dan tahapan penyelenggaraan pemilu 2019. (lex)

To Top