Kandidat Gubernur Gunakan Strategi Politik Klaim – Berita Kota Kendari
Headline

Kandidat Gubernur Gunakan Strategi Politik Klaim

IST
Prof Dr Eka Suaib

Empat Kandidat yang Menguat

BKK, KENDARI – Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo, Prof Dr H Eka Suaib menilai, para kandidat gubernur saat ini sedang menggunakan strategi politik klaim untuk mendapat dukungan publik dan juga dukungan partai politik.

“Saling klaim dalam dukungan dalam koalisi saat ini merupakan strategi dari bakal calon dalam membangun opini publik dan juga dukungan parpol untuk mendapatkan surat rekomendasi,” kata Prof Eka kepada jurnalis BKK melalui telepon selulernya, Sabtu (30/9).

Dikatakan, kandidat gubernur menggunakan strategi ini karena konsekuensi dari ketatnya persaingan dan kompetisi para bakal calon sehingga parpol dapat mengusungnya sebagai bakal calon.

“Melalui politik klaim, maka bakal calon berupaya maksimal agar informasi positif berpihak kepadanya sehingga parpol dapat meliriknya,” katanya.

Dia menjelaskan, ada ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan parpol dalam mengusung calon. Pertama, kepentingan jangka pendek, apakah figur yang bersangkutan dapat mengakomodasi dari parpol bersangkutan. Kedua, menurut Prof Eka, elektabikitas, yakni kemampuan calon yang akan diusung memiliki peluang untuk memenanhkan pertrungan dalam kontestasi nantinya.

Selain itu, tambah Eka, ada logistik dan kecukupan dalam memenuhi syarat untuk diusung sebagai calon. Menurutnya, Parpol sangat mempertimbangkan kemampuan seorang calon dalam menyediakan segara resources yang dibutuhkan selama proses elektoral berlangsung.

“Kecukupan dalam memenuhi syarat minimal untuk dicalonkan melalui jalur parpol ini penting. Karena parpol tak mau mengusung calon yang justru kemudian tidak bisa memenuhi syarat dukungannya,” katanya.

Makanya, kata mantan Ketua Umum HMI Cabang Kendari ini, peta bakal yang menjadi lawan menjadi salah satu faktor dari parpol untuk menimbang dan menghitung terhadap paslon yang akan diusung.

Dia menguraikan, saat ini sudah bisa dipetakan dan makin kentara kandidat yang bakal menjadi calon atau dia menybebutnya sebagai figur kuat, diantaranya Asrun, Ali Mazi, dan Rusda Mahmud.

“Saya kira saat ke depan, kemungkinan deal-deal politik masih terbuka, meski sudah mengerucut pada beberapa calon. Partai akan memilih momentum yang pas untuk memastikan calon yang akan diusung,” katanya.

Selain ketiga nama di atas, Prof Eka juga menyebut Prof La Ode Masihu Kamaluddin (LMK), karena saat ini dia sudah memegang Partai Gerindra. Hanya saja, katanya, dia harus kerja keras agar bisa mencukupkan koalisinya mencari parpol lain.

“Saya melihat kalau Golkar dan Demokrat tidak mungkin. Peluangnya ada di Partai Hanura dan PKS,” katanya.

Bahkan, menurut Eka, LMK berpeluang mengambil PAN jika menggandeng Ibu Tina sebagai wakilnya, dan bersaing meyakinkan DPP PAN dengan Asrun.

Sementara di PDI P, menurutnya antara Hugua atau Rusman, tapi harus kerja keras untuk mencari parpol koalisi.
Mengenai figur Supomo, Prof Eka menilai harus kerja keras untuk melakukan komunikasi politik dengan Parpol.

Prof Eka menyebut, sejumlah kandidat lain seperti ARF bakal tak akan mendapat dukungan parpol.
Dari beberapa nama kandidat gubernur, saat ini ada yang sudah jelas pasangannya, ada juga yang belum.

Yang sudah jelas pasangannya misalnya, Ali Mazi dengan Lukman Abunawas, Rusda Mahmud – LM Sjafei Kahar, La Ode Masihu Kamaluddin – Tina Nur Alam, sedangkan Asrun dikabarkan akan berpasangan dengan MZ Amirul Tamim. (lex)

To Top