Beasiswa Bidikmisi IAIN Kendari Dipastikan Tepat Sasaran – Berita Kota Kendari
Pendidikan

Beasiswa Bidikmisi IAIN Kendari Dipastikan Tepat Sasaran

SUMARDIN/BERITA KOTA KENDARI
Mohammad Yahya Obaid saat melakukan sesi wawancara kepada peserta calon penerima beasiswa bidik misi IAIN Kendari 2017, Selasa (26/9).

BKK, KENDARI– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kembali melaksanakan seleksi calon penerima beasiswa bidikmisi untuk memenuhi kuota sebanyak 94 orang. Sebanyak 157 mahasiswa angkatan 2017 mengikuti seleksi tahap kedua yang dilaksanakan di aula perpustakaan kampus tersebut, Selasa (26/9).

Seleksi tahap kedua ini berupa wawancara yakni baca tulis alqur’an, wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan, dan verifikasi kebenaran dokumen administrasi yang telah di setorkan sebelumnya.

Menurut Wakil Rektor III IAN Kendari Mohammad Yahya Obaid, peserta yang mengikuti tahap kedua ini adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administrasi.

Ada pun syarat yang dimaksud yakni meraih peringkat I – V pada MA/SMA sederajat yang berakreditasi A dan peringkat I – III bagi alumni MA/SMA sederajat yang berakreditasi B, C serta tidak memiliki akreditasi.

Persyaratan lainnya adalah keterangan tidak mampu, foto rumah, serta penghasilan orang tua tidak lebih dari Rp 3 Juta per bulan. “Persyaratan ini sesuai tujuan dari bidikmisi yaitu bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi, namun memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan dan ditargetkan lulus tepat waktu,” jelas Yahya.

Selain wawancara , lanjutnya, panitia tetap akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kebenaran data yang diberikan siswa. Hal ini menurut Yahya, untuk meminimalisir manipulasi data sehingga penyaluran beasiswa yang tidak tepat sasaran.

“Pembinaan mahasiswa penerima bidikmisi di IAIN Kendari dilaksanakan kontinyu hingga mahasiswa yang bersangkutan menyelesaikan masa studi tepat waktu,” terangnya.

Kata Yahya, pembinaan dilaksanakan untuk beberapa aspek antara lain wawasan keagamaan melalui kajian tafsir alqur’an dan hadits, serta pengembangan kemampuan bahasa asing dan penguasaan informasi teknologi.

Ketiga hal tersebut, merupakan keunggulan yang harus dimiliki penerima beasiswa bidikmisi agar memiliki kompetensi di atas rata-rata kelak saat menyandang gelar sarjana.
Masih kata Yahya, setelah lolos seleksi sebagai penerima beasiswa bidikmisi, pihak pengelola akan melakukan monitoring terhadap kepatuhan terhadap kode etik mahasiswa, keaktifan dalam mengikuti kegiatan pembinaan mahasiswa, serta prestasi akademik dengan standar perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,25 bagi mahasiswa ilmu sosial dan 3,0 bagi mahasiswa exacta.

“Mereka diwajibkan mempertahankan prestasi hingga selesai masa studi. Bagi yang tidak dapat memenuhi persyaratan itu, maka pengelola berhak melakukan penggantian kepada mahasiswa yang memenuhi syarat,” tutupnya.

Nama-nama penerima beasiswa Bidikmisi tahun 2017 akan diumumkan dalam pekan ini setelah proses rekapitulasi penilaian dan survei lapangan dilaksanakan nanti. (p12/c/nur)

To Top