Wali Kota Kendari Jawab Kritikan Menteri Susi – Berita Kota Kendari
Beranda

Wali Kota Kendari Jawab Kritikan Menteri Susi

DOK BKK
Asrun

BKK, KENDARI – Wali Kota Kendari Asrun angkat bicara atas kritikan yang dilayangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) Susi Pudjiastuti mengenai reklamasi yang akan merusak Teluk Kendari.

Menurut Asrun, dermaga tambat labu bukanlah proyek reklamasi seperti yang disebut Menteri Susi. “Proyek dermaga tambat labu bukan reklamasi, tetapi kami melakukan pengerukan tanah yang jika dibiarkan tetap akan jadi daratan. Lagi pula Menteri Susi tidak pernah melihat langsung proyek dermaga tambat labuh itu,” tegas Wali Kota Kendari dua periode ini, Selasa (19/9).

Sebelumnya, Menteri Susi mengkritik proyek reklamasi di kawasan Teluk Kendari. Menurutnya, proyek reklamasi itu dinilai hanya akan menghancurkan teluk yang semula merupakan kawasan yang indah. Namun proyek itu akan membuat teluk itu menjadi daratan.

“Suatu saat Teluk Kendari sudah tidak indah, tetapi hitam dan berbau. Nanti bagaimana ikan-ikan tidak masuk lagi sampai ke dalam. Barangkali ini yang harus dijaga,” kata Menteri Susi saat menjadi pembicara dalam 1st International Seminar on Sustainability in The Marine Fisheries Sector (ISSMFS) 2017, di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu (16/9).

Dia mengatakan, proyek di Teluk Kendari yang disebut dengan tambat labuh akan membuat Teluk Kendari menyempit, sehingga sedimentasi juga makin tinggi dan akhirnya membuat pendangkalan akan semakin cepat.

Susi juga menyebut pengerjaan proyek Teluk Kendari akan menambah banyak sampah di laut. Sehingga, tambah dia, visi menjadikan laut masa depan bangsa, belum diimplementasikan di Kendari.

“Jangan sampai Teluk Kendari seperti Teluk Jakarta. Jakarta sudah hancur teluknya. Air lautnya sudah hitam, mau berenang saja harus satu jam ke tengah laut baru dapat air yang agak jernih,” katanya.

Diketahui, proyek tambat labuh telah dikerjakan sejak 2015 lalu. Dalam tiga tahun pengerjaannya, telah digelontorkan anggaran secara bertahap, yakni Rp 17 miliar, Rp 19 miliar, dan Rp 29 miliar.

Tambat labu ini ditargetkan rampung sebelum masa jabatan Asrun- Musadar berakhir. (cr6/b/man)

To Top