Polisi Dalami Dugaan Malapraktik di RSUD Muna – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polisi Dalami Dugaan Malapraktik di RSUD Muna

IST
Ilustrasi

BKK, KENDARI – Kepolisian Resor (Polres) Muna tengah menyelidiki kasus dugaan malapraktik di RSUD Muna, yang menyebabkan seorang bayi meninggal dalam kandungan.

Kapolres Muna Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agung Ramos P Sinaga mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberap saksi.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih fokus memeriksa petugas medis.  “Pemeriksaan saksi kita mulai dari bawah. Nanti terakhir pejabat rumah sakit,” ujar Ramos saat ditemui usai menghadiri acara pisah sambut beberapa kapolres di salah satu hotel berbintang di Kendari, Selasa (19/9).

Perwira polisi dengan dua melati di pundak ini menegaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut. “Kita masih penyelidikan. Kasus jalan terus dan akan coba kami ungkap laporan masyarakat tersebut,” tegasnya.

Ramos memastikan, Direktur RSUD Muna juga akan diperiksa setelah semua saksi-saksi yang dibutuhkan dari awal tuntas diperiksa.

Diberitakan, salah seorang warga Desa Wabahara, Kecamatan Duruka, Muna melaporkan dokter RSUD Muna ke polisi karena merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit tersebut.

Suami dari Reni, pasien BPJS ini nekat melapor ke polisi setelah bayinya yang baru dilahirkan istrinya melalui jalan operasi, meninggal dunia. Pihak keluarga menduga, penyebab kematian anak kelimanya berjenis kelamin perempuan tersebut, lantaran lambat ditangani petugas medis RSUD Muna.

Rina masuk rumah sakit, Jumat (8/9), atas arahan bidan desa. Karena saat itu sudah mulai keluar darah tanda lahir.
Saat itu ia langsung di rawat diruang bersalin. Malamnya, bidan rumah sakit memberikan kabar bahwa jantung anak dalam kandungan sang istri, sudah tidak berdetak lagi.

Namun, dari awal masuk hingga malam hari, dokter yang akan menangani operasi tak kunjung datang. Keesokan harinya, Sabtu (9/9) pagi, dr Tamsila datang dan langsung dilakukan operasi. Dengan alibi bahwa anak yang dikandung sang ibu masih hidup.

Bahkan, diarahkan untuk membeli obat untuk keperluan operasi di Apotek Klinik Harapan Kita yang terletak di Jalan Gatot Subroto Kota Raha seharga Rp 1,9 juta. (man)

To Top