Soal PCC, Pemda Jangan Diam – Berita Kota Kendari
Headline

Soal PCC, Pemda Jangan Diam

KASMAN/BERITA KOTA KENDARI
Anggota DPR-RI asal Sultra Ridwan Bae bersama rombongan mengunjungi rumah salah korban meninggal dunia akibat PCC di Kendari.

BKK, KENDARI – Anggota DPR-RI dari Sultra, Ir Ridwan Bae prihatin dengan jatuhnya korban akibat penyalahgunaan obat terlarang paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC). Menurut dia mestinya begitu kasus ini muncul, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota proaktif dalam mengatasi masalah ini.

“Pemerintah jangan sampai diam dengan persoalan ini. Saya sadar betul bahwa narkoba ini masalah negara. Maka kalau sudah negara bicara, harusnya segala pimpinan daerah juga bicara,” kata Ridwan usai mengunjungi salah rumah keluarga yang menjadi korban beredarnya PCC di Kota Kendari, Minggu (17/9).

Seharusnya, tekan Ridwan, semua perangkat daerah bergerak. Mulai dari kepala desa atau lurah, camat, bupati atau wali kota, gubernur, serta semua elemen lainnya.

Sebab jika sudah terjadi maka akan susah dicegah. Kendati demikian, Ridwan mengapresiasi langkah Polda Sultra yang telah melakukan penangkapan terhadap tesangka peredaran PCC.

“Tapi kita bersyukur Polda telah melakukan langkah konkret dengan penangkapan para tersangka. Tapi penangkapan tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Menurut dia, Gubernur Sultra kumpul bersama bupati wali atau kota dengan melibatkan kepolisian dan BPOM, dan semua instansi terkait lainnya untuk membentuk tim pencegahan masuknya barang-barang haram di Sultra.

“Ini harus serius. Bayangkan Sultra darurat PCC itu memalukan bagi kita di Sultra, dan tidak boleh terjadi lagi. Kasian anak-anak remaja kita generasi penerus bangsa, dan orantua yang sedih ditinggal anaknya,” tutur Ridwan.

Ridwan berharap, kasus seperti ini tidak terjadi lagi di Sultra. Sehingga, ia meminta dengan hormat Kapolda Sultra bersama dengan Plt Gubernur untuk membasmi peredaran PCC dari daerah ini.

“Dan tidak boleh lagi PCC masuk di Sultra. Tentu pemerintah punya cara tersendiri untuk mengatasi itu,” pungkasnya.

Ridwan Bae menemui orangtua almarhum Rexy Indra Dwi Hartawan (21), korban yang meninggal dunia akibat mengonsumsi pil paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC), Minggu (17/9).

Ridwan bersama rombongan tiba di rumah korban yang beralamat di Lorong Qurais Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari sekira pukul 15.10 Wita, dan disambut langsung ayah korban Abdul Rauf.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekira 10 menit ini, Abdul Rauf banyak bercerita tentang kronologis dua anaknya laki-lakinya yang menjadi korban PCC.

Rexy ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Teluk Kendari. Sedang nyawa Rafli (17), masih selamat setelah diberikan air kelapa muda dan susu beruang.

Sebelum pamit, Ridawan yang tidak lain anggota DPR-RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra), sempat menasihati Rafli untuk menjauhi PCC maupun bahan berbahaya lainnya. “Hentikan itu (mengonsumsi bahan berbahaya), karena negara membutuhkan orang-orang hebat ke depan. Jaga diri baik-baik ya,” pesan Ridwan ke Rafli.

Pada kesempatan itu pula, politisi senior Partai Golongan Karya (Golkar) yang duduk di Komisi V DPR-RI ini memberikan bantuan berupa uang tunai yang tersimpan dalam sebuah amplop putih.

Ditemui sebelum meninggalkan rumah korban, Ridwan mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi beredarnya PCC sehingga memakan ratusan korban yang sebagian besar masih remaja.

Menurut dia, PCC seharusnya dicegah dari awal. Sehingga ini dibutuhkan peran aktif Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Kendari, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) maupun pemerintah secara umum. (man/b/lex)

To Top