Wilayah Desa Lamoare Terancam Hilang – Berita Kota Kendari
Headline

Wilayah Desa Lamoare Terancam Hilang

Sumber : WordPress
ILUSTRASI

BKK, RUMBIA – Banyaknya perusahaan yang masuk berinvestasi di Bombana, baik pertambangan dan pertanian, tidak selamanya berdampak baik bagi masyarakat setempat. Malah, yang sering muncul adalah sengketa lahan.

Pemerintah Desa Lamoare, Kecamatan Poleang Tenggara yang menjadi salah satu sasaran investasi, mulai merasa gelisah. Pasalnya, sebagian wilayah desanya tiba-tiba dicaplok menjadi lahan konservasi oleh dinas tertentu. Akibatnya desa tersebut kini kehilangan wilayah administrasinya.

Kepala Desa Lamoare, Sulastion mengatakan, lahan di desanya yang kurang lebih mencapai 600 hektare, kini sudah menjadi milik Dinas Kehutanan sejak 2010 lalu. Tepatnya di zaman Bupati Bombana, Atikurahman.

“Kami heran kenapa tiba-tiba wilayah desa kami dicaplok sebagai lahan konservasi, padahal seluruh wilayah Desa Lamoare ini adalah eks transmigrasi dan telah memiliki bukti kepemilikan yang sah berupa sertifikat,” kata Sulastion pada Berita Kota Kendari, Kamis.

Sebelum menjadi desa, Lamoare ini adalah wilayah transmigrasi yang berdiri pada tahun 1996 silam. Itu bisa dibuktikan di pemerintah kabupaten, maupun pemerintah provinsi.

“Segala bukti terkait penetapan lokasi transmigrasi di wilayah desa kami sudah kami pegang dan itu resmi. Pertanyaan kami adalah, kenapa tiba-tiba dijadikan lahan konservasi, padahal seluruh lokasi warga itu ada bukti kepemilikannya,” katanya.

Keresahan itu semakin memuncak saat Dinas Kehutanan melakukan peninjauan di lokasi tersebut, dan menyatakan jika bukti kepemilikan milik warga tidak akan berlaku bilamana pemerintah sudah mengambil alih lahan tersebut.

“Belum lama ini orang kehutanan bilang, kalaupun ada sertifikat, tapi kalau lahan itu mau diambil oleh pemerintah, itu akan sia sia. Tidak akan berlaku itu sertifikat warga. Ini bikin warga kami resah,” keluhnya.

Sulasti juga mengaku telah menyampaikan masalah ini kepada DPRD Bombana. Dia berharap pihak dewan memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Amiadin mengatakan, keluhan Kades Lamoare akan segera dikonsultasikan kepada Dinas Kehutanan Sultra dan sejumlah instansi terkait.

“Masalah ini kami akan konsultasikan dulu di dinas kehutanan provinsi, hasilnya akan kami sampaikan. Masalah ini harus ditangani secepat mungkin demi kenyamanan dan keamanan masyarakat setempat,” jelas Amiadin. (r2/b/aha)

To Top