Lewat Independen, WON Sudah Himpun 30.000 KTP – Berita Kota Kendari
Suksesi

Lewat Independen, WON Sudah Himpun 30.000 KTP

Mantan Anggota DPR-RI, Wa Ode Nurhayati memberikan penjelasan di hadapan wartawan dan aktivis pemuda mengenai komitmennya maju sebagai Bakal Calon Gubernur pada Pemilihan Gubernur Sultra 2018, di Hotel D’Blitz Kendari, Kamis (15/9).

Targetnya 200.000 Lembar

BKK, KENDARI – Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Wa Ode Nurhayati kembali menegaskan tekadnya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara melalui jalur independen. Saat ini, Nurhayati sudah menghimpun tidak kurang 30.000 KTP warga.

Kader PAN ini menyadari angka tersebut masih jauh dari aman. Pasalnya, dengan jumlah pemilih Pilgub Sultra lebih 1.760.000 orang, itu berarti dia harus mendapatkan minimal 176.000 lembar KTP, atau 10 persen dari total jumlah wajib pilih sebagai syarat mutlak bagi yang ingin maju lewat jalur independen.

“Kami yakin belum terlambat mengumpulkan KTP. Jumlah 30.000 itu baru dari satu kabupaten. Kami targetkan 200.000 lembar supaya aman,” kata Nurhayati dalam acara dialog bersama wartawan dan aktivis pemuda di Hotel D’Blitz Kendari, Kamis (15/9).

Dalam kesempatan itu, Wa Ode Nurhayati yang punya akronim politik, WON ini juga mengakui, statusnya sebagai mantan narapidana (napi) perkara korupsi tidak akan bisa dielakkan. Namun dia yakin, statusnya itu tidak mempengaruhi elektabilitasnya.

“Lebih baik menjadi mantan napi dari pada menjadi calon napi,” katanya dengan nada bercanda.

“Tapi saya sangat yakin, orang-orang yang mengenal saya tidak akan percaya bahwa saya pernah melakukan korupsi. Mereka tahu integritas saya,” tambahnya.

WON memang berulang kali memberikan penjelasan mengenai vonis 5 tahun 6 bulan penjara karena kasus korupsi yang menjeratnya. Dia meyakinkan bahwa hakim sudah menyatakan dia tidak pernah mencuri uang negara. Bahkan depositonya sebesar Rp 10 miliar yang sebelumnya sempat dibekukan, akhirnya dikembalikan kepadanya.

“Tapi kenapa saya akhirnya dipenjara, saya menganggap itu sudah takdir Allah. Saya justru bersyukur karena selama menjalani penahanan, sangat banyak pelajaran dan hikmah yang saya petik. Salah satunya membuat saya bisa lebih kuat,” kata perempuan berjilbab ini.

WON menambahkan, dirinya tidak gentar melawan nama-nama beken di Sultra dalam menghadapi pilgub. Sebab, dirinya juga sangat mengenal Sultra.
Belajar dari pengalaman saat tampil sebagai calon anggota DPR-RI periode 2009-2014, kala itu dirinya tidak diperhintungkan. Namun, hasilnya ia bisa mengamankan satu kursi dari lima kursi jatah Sultra di parlemen.

Diakuinya, hingga kini dirinya masih menjadi kader Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, WON menampik, jika dikatakan memilih jalur independen karena kecewa dengan PAN.

Lebih lanjut WON mengungkapkan, dirinya sudah memiliki calon wakil yang bersal dari wilayah daratan Sultra. Namun sayang, dia belum bersedia membeberkannnya ke publik.

“Yang jelas dia lebih senior dari saya. Dan dari daratan. Itu saja dulu ya,” pungkasnya. (man/b/nur)

To Top