Anak Buah Teroris Santoso Dititip di LP Baubau – Berita Kota Kendari
Headline

Anak Buah Teroris Santoso Dititip di LP Baubau

ADNAN IRHAM/BERITA KOTA KENDARI Eks Anggota Santoso (kaos hitam) saat berada di ruang administrasi LP Kelas II A Baubau, Kamis (14/9).

BKK, BAUBAU– Seorang eks anggota jaringan kelompok teroris Santoso, Ikhsan Maulana alias Irfan Maulana alias Akil (31), dititip di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Baubau, setelah tiba di Bandara Betoambari, Kamis pagi (14/9).

Ia dikawal ketat tim dari Densus 88, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Dirjen Pemasyarakatan. Ikhsan Maulana sudah divonis empat tahun penjara Februari 2017 dan dijebloskan ke Ruman Tahanan (Rutan) Salemba Jakarta Pusat.

Berdasarkan keputusan Dirjen Pemasyarakatan, ia kemudian dititip di LP Baubau untuk menjalani sisa masa hukumannya.  Total ada tiga mantan anggota kelompok Santoso, setelah Abdul Hadip dan Gunawan, namun Gunawan sudah dititip di Lembaga Pemasyarakatan di Palu.

“Sekarang sudah ada dua, Abdul Hadip atau Aco Bambu, dia keluar nanti 2019,” kata Kepala Seksi Registrasi LP Kelas II A Baubau Fredi SH.

Kata dia, Abdul Hadip kini menempati sel nomor 18 di lantai dasar dan ditempatkan terpisah dari tahanan lain, meski tak ada perlakukan khusus.
Sampai saat ini Abdul Hadip dianggap berkelakuan baik. Seluruh program LP dilakukan dengan baik. Sedangkan, Ikhsan Maulana, belum diketahui akan ditempatkan di sel mana.

Di tempat yang sama, Kepala LP Kelas II A Baubau Wahyu Prasetyo mengaku, menerima perintah dititipkan mantan anggota Santoso oleh Dirjen Pemasyarakatan.

Kata dia, tak akan ada perlakuan khusus yang diberikan kepada narapidana kasus teroris, termasuk yang sudah masuk lebih dulu.

“Yang bersangkutan tidak kita pisah dengan tahanan lain, karena kita memang tidak ada kamar kecil untuk satu orang. Jadi tetap akan digabung,” paparnya.

Ia juga menjamin kelakuan Ikhsan Maulana tidak seperti saat ia bergabung dengan kelompok teroris.
Hal itu juga berdasarkan laporan assesement dari Badan Nasional Penanggulanggan Teroris (BNPT). Apalagi, kata dia, Ikhsan Maulana bukan ditangkap, namun menyerahkan diri ke Satgas.

“Biar tidak jadi tanda tanya masyarakat, yang bersangkutan tingkat radikalismenya sudah rendah,” papar Wahyu.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Baubau Ruslan ketika ditemui usai mengantar Ikhsan Maulana menyebut, informasi akan ditempatkannya mantan anggota Santoso itu didapat sehari sebelum tiba di Baubau.

Kata dia, dari 21 anggota kelompok santoso, seluruhnya disebar di beberapa LP dan Rutan di Indonesia. “Tiba tadi pagi, saya sendiri yang jemput, langsung kita bawa kesini (LP Kelas II A Baubau),” tuturnya.

Amatan di LP, Ikhsan Maulana terlihat menggenakan kaos hitam lengan panjang, dan celana jeans.
Pria berperawakan brewok itu tak banyak bicara dan hanya terlihat duduk.
Setelah tim dari Densus 88, Kejaksaan Agung, dan Dirjen Pemasyarakatan menyelesaikan administrasi, ia tampak menyalami beberapa pria yang mengantarnya ke Baubau.

April 2016, Ikhsan Maulana lari dari Santoso dan menyerahkan diri ke Satuan Tugas Operasi Tinombala gabungan TNI dan Polri. Akil yang bergabung dengan kelompok itu Juli 2015, bertugas sebagai tim pencari logistik. (cr7/c/iis)

To Top