Beranda

Ada Murid SD Tewas, Disdikmudora Minta Pengawasan di Sekolah Diperketat

DOK/BKK
Ilustrasi

Penyalahgunaan Obat Ilegal

BKK, KENDARI- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikmudora) Kota Kendari minta pengawasan di sekolah-sekolah diperketat, menyusul tewasnya salah seorang pelajar dalam kasus overdosis massal akibat narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza), yang terjadi Rabu (13/9) lalu.

Lebih 70 orang dirawat di rumah sakit dan hampir seluruhnya berusia remaja. Sebuah laporan menyebut masih banyak korban yang tidak teridentifikasi karena disembunyikan dan dirawat sendiri pihak keluarga.

Kepala Dinas (Kadis) Dikmudora Kota Kendari Sartini Sarita menegaskan, untuk mengatasi serangan napza kepada pelajar, selain memperketat pengawasan di sekolah, para orangtua juga mesti melakukan perhatian yang serius kepada anaknya.

“Sekolah-sekolah perlu melakukan tindakan-tindakan yang bisa untuk mencegah jumlah pengguna pelajar yang coba-coba menggunakan obat terlarang,” ungkap Sartini Sarita, Kamis (14/9), lewat telepon selulernya (ponsel).

Jadi, kata dia, kepala sekolah (kepsek) dan guru-guru harus mengenal betul siswanya, selain itu orangtua juga perlu melakukan perhatian yang serius terhadap anak-anaknya dalam hal keberadaan anaknya apabila anaknya pulang dari sekolah.

“Kekhawatiran kami adalah saat pelajar pulang dari sekolah. Sebab, jika di sekolah pengawasannya sebenarnya sudah lumayan, hanya saja di luar jam belajar yang kami khawatirkan mereka bertemu dengan rekan lainnya untuk melakukan hal-hal tidak semestinya dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, komunikasi antara orangtua dan anak supaya dibuat sesering mungkin, yang dengan begitu orangtua dapat mengetahui perkembangan dan perbuatan anaknya.

“Ke depan kami akan melakukan konsolidasi dengan para kepsek dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kendari. Bahkan, saya juga akan melakukan rapat dengan para kepsek baik jenjang SMP (sekolah menengah pertama) sampai SD (sekolah dasar), untuk menindaklajuti kejadian yang sangat luar biasa yang menimpa pelajar Kota Kendari,” paparnya.

Kepada pelajar se-Kota Kendari, ia juga berpesan agar menghindari hal-hal yang bisa merugikan pribadi dan pendidikan, serta menjauhi hal-hal yang bisa merugikan pelajar dalam meraih cita-cita,” tutupnya. (cr6/c/iis)

To Top