Tangani Gangguan Jiwa, Dinsos Baubau Minta Sinergitas Antar SKPD – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Tangani Gangguan Jiwa, Dinsos Baubau Minta Sinergitas Antar SKPD

ADNAN/BERITA KOTA KENDARI
Warga Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi, La Mane yang mengalami gangguan kejiwaan dan terpaksa dipasung keluarganya sejak 20 tahun lalu.

BKK, BAUBAU – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau tidak memiliki bidang khusus menangani warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Kepala Dinsos Baubau, Zulkifli mengatakan, penanganan itu membutuhkan sinergitas dan perpaduan kerja dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi lainnya.

Hal itu diungkapkan Zulkifli ketika diwawancarai terkait warga Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi, La Mane yang mengalami gangguan kejiwaan dan terpaksa dipasung keluarganya sejak 20 tahun lebih hingga sekarang. Kata dia, informasi itu juga sudah ia dapatkan dari kelurahan, namun karena tak ada penanganan khusus, Dinsos Baubau tak dapat berbuat banyak.

Menurut Zulkifli, yang paling berwewenang menangani masalah warga gangguan jiwa adalah Dinas Kesehatan. Namun lagi-lagi, menangani masalah itu, tidak dapat dilakukan satu SKPD saja, melainkan harus ada kerja sama. Menurut Zulkifli, banyak kendala menangani salah satu masalah sosial itu, namun pihaknya tetap berupaya.

“Harusnya dinas kesehatan, karena orang gila itu kan orang sakit. Kami tidak bisa menetapkan dia gila atau tidak. Tapi yang paling bagus itu keterpaduan, karena penanganan itu harus khusus,” paparnya ketika ditemui di Kantor DPRD Baubau, Rabu (13/9).

Masalah mengatasi warga gangguan jiwa menurut Zulkifli, sudah lama diupayakan, saat ini salah satu yang dapat ia usulkan yakni meminta anggaran yang nantinya dipakai untuk mengantarkan warga gangguan jiwa ke rumah sakit rujukan. RS Jiwa hanya ada di Kota Kendari. Ia berharap usulan anggaran itu dapat disetujui di pembahasan APBD Perubahan.

Lanjut Zulkifli, beberapa kendala muncul saat menangani masalah itu, salah satunya pihak keluarga yang malu mengekspos jika ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Zulkifli berharap sebelum diteruskan ke rumah sakit khusus, ada bantuan pengobatan tahap awal di Puskesmas.

“Ada di puskesmas itu, sudah ada untuk mereka, walaupun belum penanganan seperti di rumah sakit jiwa,” tuturnya.

Menurut Zulkifli, Kota Baubau layak didirikan Rumah Sakit Jiwa, apalagi dinamika Kota Baubau yang kini menjadi daerah pendukung kabupaten tetangga, termasuk daerah transit, kadang sering didapati banyak warga yang mengalami gangguan jiwa terlihat di areal dalam kota.

Terkait La Mane, Zulkifli berjanji mendatangi langsung warga Kelurahan Liabuku itu, serta mengecek kondisi keluarganya yang juga tidak mampu di sisi ekonomi. Jalan keluar mengatasi itu, akan ia bahas lebih lanjut setelah turun langsung ke lapangan. (cr7/c/aha)

To Top