IKA Smansa Kutuk Peredaran Obat PCC – Berita Kota Kendari
Beranda

IKA Smansa Kutuk Peredaran Obat PCC

AKBAR HAMDAN/BERITA KOTA KENDARI
PENGURUS IKA SMANSA 87 saat kumpul bersama di Kafe Exelco, Kendari, Kamis (15/9).

BKK, KENDARI– Banyaknya korban dari kalangan pelajar akibat penyalahgunaan obat PCC memicu amarah dari banyak pihak. Ikatan Alumni SMAN 1 (SMANSA) Kendari menyebutnya sebagai tragedi yang memilukan dan patut dikecam.

“Apa yang menimpa anak-anak kita itu benar-benar tragedi. Karena itu, kami mengutuk keras siapa pun yang terlibat dalam peredaran obat-obatan terlarang ini,” kata Ketua IKA SMANSA angkatan 1987, Prof Dr Azhar Bafadhal dalam konferensi pers di Exelco, Kendari, Kamis (15/9).

Guru besar bidang ekonomi dan pertanian Padcasarjana UHO ini juga mendesak aparat bewajib untuk mengusut secara tuntas masalah ini, dan amat sangat penting agar tidak diintervensi oleh pihak lain. “Jangan sampai kejadian ini, ada yang intervensi dan membuat suasana keruh, sehingga akar masalahnya tidak ketemu. Maksud kami, aparat harus bisa mengungkap sampai pada pelaku intelektual yang berada di balik kasus ini,” kata Prof Azhar yang didampingi sejumlah pengurus IKA SMANSA Kendari ’87 lainnya.

IKA SMANSA juga mengajak seluruh alumni dan masyarakat agar membuka mata atas peristiwa ini. Adanya korban yang tewas dari murid SD dan pelajar lainnya, seharusnya sudah menghentak kesadaran kita bahwa bahaya narkotika tidak lagi sekadar ancaman bagi generasi muda di Kendari, tetapi sudah benar-benar terjadi.

“Semua pihak yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, agar bertindak secara nyata,” tambahnya.

Pengurus IKA SMANSA, La Ode Asmar Parsan menambahkan, sejak informasi ini meluas di media sosial, anggota IKA SMANSA dirundung kecemasan akan nasib anak-anak mereka. “Yang korban banyak pelajar. Kita bisa rasakan kekhawatiran ini karena mereka yang jadi korban seusia dengan anak-anak kita. Jadi tolong pihak yang terkait agar mengusut masalah ini. Jelas ini sudah sangat meresahkan,” kata Asmar yang saat ini bergabung di Bank Sultra Grup

Sekretaris IKA Smansa 87, Nurlelasary juga mendesak aparat agar fokus menuntaskan kasus ini. Dia yakin seluruh ibu yang ada di Kendari kini dilanda kekhawatiran terhadap anak-anak mereka.

“Anggota kami ada lebih 100 orang dan semua sangat resah. Kami berharap pelakunya ditimpakan hukuman berat. Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua agar mulai memperketat pengawasan terhadap lingkungan sekitar,” tandasnya. (aha)

To Top