Pungutan Ijazah di SMA Kodeoha Harus Diusut – Berita Kota Kendari
Headline

Pungutan Ijazah di SMA Kodeoha Harus Diusut

IST
Ilustrasi Pungli sekolah

BKK, LASUSUA– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara meminta pungutan ijazah sebesar Rp 100.000 per siswa di SMAN 1 Kodeoha, bisa diusut oleh pihak berwenang. Dikhawatirkan, itu sudah tergolong pungutan liar.

Ketua Komisi I DPRD Kolut, Ansar mengatakan, jika pihak sekolah memungut uang ijazah tersebut tanpa persetujuan orangtua siswa, maka itu bisa dianggap sebagai Pungli. Namun jika sudah ada kesepakatan sebelumnya, maka pungutan itu bisa saja tidak dipersoalkan.

“Saya melihat wajar saja pihak sekolah meminta sumbangan kepada orang tua siswa asal melalui rapat dengan komite sekolah. Karena saat ini anggaran SMA sangat minim dan terkendala di dinas pendidikan provinsi. Tapi kalau itu dilakukan tanpa persetujuan orangtua siswa, itu namanya Pungli,” kata Ansar yang dimintai tanggapannya, Selasa (5/9).

Agar masalah ini bisa jelas, dia berharap pihak yang berwenang melakukan pengusutan. Apalagi saat ini sudah ada Tim Saber Pungli yang memang dibentuk untuk hal-hal seperti itu.

Ansar juga memastikan DPRD akan ikut menelusuri hal tersebut. “Kami akan menelusuri apakah pungutan yang di lakukan kepala sekolah terhadap alumni dalam pengambilan ijazah melalui rapat atau tidak. Setahu saya, pengurusan ijazah itukan sudah dipaketkan dengan dana BOS,” tambahnya.

Menurutnya, meski pun SMA tidak lagi berada di bawah Diknas kabupaten, namun karena berada di wilayah otonomi kabupaten, DPRD kabupaten masih dapat melakukan pengawasan. “Sejak diambil alih oleh provinsi, kita tidak bisa terlalu jauh mencampuri. Namun bagaimana pun, generasi kita yang menuntut ilmu juga masih tanggung jawab dan beban kita,” tandasnya. (cr2/c/aha)

To Top