Bisnis & Ekonomi

Produksi Jagung Diproyeksi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Konsel

IST
Bupati Konsel, Surunuddin Dangga saat melakukan penanaman bibit jagung hibrida di Desa Paku Jaya, Kecamatan Palangga, Selasa (5/9).

BKK, ANDOOLO – Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga mendorong masyarakat agar menyukseskan program swasembada jagung nasional, di mana Konsel akan ikut menjadi bagian di dalamnya. Bupati sangat yakin Konsel akan mampu menjadi salah satu produsen jagung terbesar di Indonesia, dan diharapkan dari produksi jagung ini, tingkat kesejahteraan masyarakat akan lebih meningkat.

Hal tersebut dikemukakan Bupati sebelum mencanangkan penanaman jagung hibrida di Desa Paku Jaya, Kecamatan Palangga, Selasa (5/9). Turut hadir dalam acara ini Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo, Wakil Ketua DPRD Konsel, Nadira, Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesmana, Danrem 143/HO diwakili Kapten (Inf) Laode Fii, Dandim 1417/Kendari diwakili Kapten (Inf) Paulus Palisu, Kadis Pertanian Sultra diwakili Ir Antoni Balaka, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Konsel, Ir Akbar, Camat Palangga Djalil, para penyuluh pertanian dan perkebunan serta kelompok tani se-Kab Konsel.

Surunuddin Dangga melanjutkan, dari Desa Paku Jaya, penanaman jagung hibrida akan dilanjutkan oleh desa-desa lainnya. Pemerintah sudah menunjuk lahan mana saja yang akan ditanami jagung.

“Saya minta para kades, lurah dan camat, SKPD jangan hanya berharap proyek dari pusat. Lebih baik serius mendorong dan mengurus usaha pertanian seperti tanam jagung dengan memikirkan dan menyiapkan dari bibit maupun pupuknya. Jika ada sawah yang kering atau lahan tidur lainnya, agar segera tanami jagung, karena lebih jelas nilai ekonominya ke depan” kata surunuddin.

Selain itu, petani tidak usah khawatir masalah penjualan pascapanen. Pasalnya, Pemkab Konsel dan Bulog sudah melakukan MoU pembelian hasil panen dengan harga minimal Rp. 3.150/kg. “Tapi jika ada harga yang lebih tinggi, tidak menutup kemungkinan akan dijual ke tempat lain,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, program penanaman jagung juga sangat erat kaitannya dengan peternakan sapi. Sebab, limbah jagung, seperti kulit, daun dan batangnya bisa dijual sebagai pakan ternak sapi. Begitu juga dengan jerami serta tebu. Sementara limbah sapi bisa lagi diolah menjadi pupuk organik yang dijual kepada para petani.

“Jadi semuanya saling berhubungan dan tidak ada yang terbuang percuma. Tentunya memiliki tambahan nilai ekonomi dan menguntungkan petani dan peternak sehingga terwujud masyarakat Konsel yang sejahtera. Inilah inti dari slogan Desa Maju Konsel Hebat,” ujarnya.

Yang patut disyukuri bersama, lanjut Bupati, Konsel telah menjadi bagian terpenting dalam kebijakan ketahanan pangan nasional. Karenanya, Konsel mendapatkan lebih banyak bantuan dibandingkan daerah lain di Sultra. Contohnya ayam petelur, jagung, tebu beserta pabrik gulanya, ternak sapi dan lainnya.

Di tempat yang sama, Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Konsel, Akbar mengatakan di Konsel masih terdapat potensi lahan kering yang bisa ditanami jagung hibrida dengan luas kurang lebih 25.000 Ha. Ditambah lahan tadah hujan untuk sekali tanam seluas 6.307 Ha.

Sebenarnya, lanjut Akbar, program tanam jagung ini awalnya diproyeksikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman seluas 20.000 Ha. Tetapi karena keterbatasan anggaran, Kementan hanya memberikan bantuan benih jagung 130 ton yang hanya cukup untuk lahan seluas 8.600 Ha.

“Untuk Pallangga ada 400 hektar dan kita harapkan sudah bisa panrn awal Desember nanti,” ujarnya.

Selain itu, penanaman jagung juga sudah dilakukan dengan metode Tanpa Olah Tani (TOT). Metode ini bisa menghemat biaya karena sudah ada sisa pupuk resin di dalam tanah saat penanaman awal, yang masih bisa digunakan program tanam jagung.

“Dibandingkan dengan sekali menanam padi yang hasilnya sedikit, akan lebih baik jika digilir dengan tanam jagung, dan lahan kering juga ditanami jagung sehingga hasilnya bisa berlipat ganda,” tutup Akbar (cr13/b/aha)

To Top