Kontraktor Ungkap DP 10 Persen di Proyek Dinkes Muna – Berita Kota Kendari
Headline

Kontraktor Ungkap DP 10 Persen di Proyek Dinkes Muna

IST
Ilustrasi

BKK, RAHA- Fee ataupun uang muka (Down Payment) pada proyek-proyek pemerintahan sudah menjadi isu umum. Bisa jadi benar, bisa jadi tidak benar. Isu DP proyek ini pun kembali mengemuka. Kali ini, sasarannya adalah Dinas Kesehatan Muna.

Pasalnya, beberapa kontraktor secara terbuka mengakui adanya DP 10 persen sampai 15 persen yang diminta oleh oknum tertentu, jika ingin mendapatkan proyek di Dinkes Muna. Malah, persoalan ini sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Muna.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, seorang kontraktor pada akhir pekan lalu melapor ke Kejari soal DP proyek itu. Dia melapor lantaran oknum di Dinkes sudah mencatut nama pejabat di Kejari Muna.

“Dia memcatut nama Kejari Muna untuk menggertak kami, agar kami membayar DP 10 persen dari setiap paket proyek,” kata kontraktor tersebut di hadapan Kajari Muna, Badrut Tamam SH MH dan Kasi Intel La Ode Abdul Sofyan SH MH.

Kontraktor yang minta namanya dirahasiakan ini melapor bahwa dia dan rekan-rekan kontraktor lainnya yang mengerjakan proyek di Dinas Kesehatan Muna, seperti rehabilitasi puskesmas, rumah dokter atau proyek-proyek di Dinkes lainnya, semuanya diminta DP 10 persen. Kontraktor itu kemudian menyerahkan nama oknum PNS yang dimaksud, untuk diselidiki oleh Kejari.

“Orang ini bilang bahwa ada bagian jaksa dalam DP 10 persen itu. Makanya saya mau sampaikan hal ini pada Kejari Muna, apakah benar hal ini,” kata kontraktor tersebut.

Menanggapi laporan itu, Kajari Muna Badrut Tamam tampak tenang. Dia justru menyampaikan terima kasih atas laporan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih. Apa yang dikatakan oknum PNS di Dinkes Muna itu tidak benar. Kami akan telusuri hal ini, karena bisa merusak nama institusi,” kata Pak BT, sapaan akrab Badrut Tamam.

Di tempat terpisah, Kadis Kesehatan Muna La Ode Rimba Sua menyangkal adanya adanya DP atau fee proyek. “Tidak ada potongan atau DP 10 persen itu. Itu tidak benar,” bantahnya.

Namun saat disampaikan bahwa ada kontraktor yang melaporkan hal ini kepada Kejari Muna, Kadis Dinkes Muna ini nampak kaget. “Jika itu memang ada, itu berarti tanpa sepengetahun saya. Saya tidak pernah perintahkan hal itu. Jika ini benar adanya, maka oknum yang melakukan pemotongan itu, akan saya beri sanksi,” kata Rimba Sua via ponselnya Senin ( 4/9). (r1/b/aha)

To Top