Diduga Menipu, Anak Kadis di Koltim Dilaporkan ke Polisi – Berita Kota Kendari
Headline

Diduga Menipu, Anak Kadis di Koltim Dilaporkan ke Polisi

ABDUL RAHIM/BERITA KOTA KENDARI
BUKTI. Mulyati memperlihatkan kuitansi penyerahan uang kepada RK dengan nilai total puluhan juta rupiah.

BKK, TIRAWUTA – Salah seorang anak Kepala Dinas (Kadis) di Pemkab Kolaka Timur (Koltim), dilaporkan kepada pihak berwajib atas dugaan penipuan.

Adalah Mulyati (32) warga Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Koltim yang mempolisikan anak pejabat berinisial RK tersebut. Mulyati mengatakan, dirinya dijanjikan proyek penimbunan di wilayah Konawe pada awal 2017 oleh RK.

“Dengan alasan untuk melobi proyek, pada mulanya RK meminta uang kepada saya sebanyak 37 juta 650 ribu rupiah. Setelah itu, RK kembali meminta Penyetoran yang kedua 38 juta, dan yang terakhir 1 juta 5 ratus ribu rupiah. Jika ditotal secara keseluruhan, uang saya yang diambil sama RK sebanyak 77 Juta 150 ribu rupiah” ungkap Mulyati.

Masalah mulai muncul karena proyek yang dijanjikan tak kunjung dia dapatkan. Mulyati pun berkali-kali mempertanyakan hal itu kepada RK, tapi tidak ada jawaban yang jelas.

Mulyati juga mengungkapkan mediasi secara kekeluargaan sudah dilakukan dengan bertemu dengan orangtua RK. Saat itu, keluarga RK berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini. Namun sayangnya, waktu berlalu dan tidak ada itikad baik yang ditunjukkan RK.

“Handphonenya sudah tidak pernah aktif lagi. Saya anggap ini sudah penipuan. Makanya saya laporkan dia ke Polres Kolaka, pada hari Jumat (25/8) lalu,” ungkap Mulyati kepada Berita Kota Kendari, belum lama ini.

Selain itu, Mulyati juga mendesak pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti laporannya. Sebab dia sudah menyerahkan semua bukti pengambilan uangnya oleh RK.

Sementara dari Polres Kolaka, salah seorang penyidik, Bripka Edi Kurniawan mengakui adanya laporan dugaan penipuan uang lebih Rp 77 juta yang diadukan oleh Sainal, suami Mulyati. Edi meyakinkan bahwa kasus ini sedang ditangani.

“Kita sudah melayangkan surat kepada terlapor RK untuk memberikan keterangan. Dia akan datang pada Senin depan (11/9),” ujarnya.

Untuk kasus seperti ini, pihak Polres selalu menawarkan mediasi kepada kedua belah pihak. “Jika kedua pihak sepakat dalam mediasi untuk dilakukan pernyataan dari pihak terlapor sesuai permintaan pelapor sebelumnya. Adapun kalau nantinya tidak ada penyelesaian, dan tidak ada kata sepakat, maka masalah ini akan dilanjutkan ke tingkat penyidikan lebih lanjut”. tutup Edi. (cr8/c/aha)

To Top