Headline

Zamrun Raih Guru Besar di Bidang Teknologi Nuklir

SUMARDIN/BERITA KOTA KENDARI
Zamrun resmi bergelar Profesor di bidang teknologi nuklir.

Minta Dosen Berlomba Berkarya, bukan Saling Caci

BKK, KENDARI – Kebahagiaan bagi Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Dr Muh Zamrun F SSi MSi MSc, belum lama menjabat sebagai rektor, kini dia meraih status tertinggi di dunia akademik sebagai guru besar dengan gelar profesor.

Pengukuhan Muh Zamrun berlangsung dalam rapat senat terbuka yang berlangsung di Auditorium Mokodompit, Jumat (25/8). Dia dikukuhkan Ketua Dewan Guru Besar UHO, Prof Dr Sahidin SPd MSi, disaksikan civitas akademika dan tamu undangan yang hadir dalam acara itu. Prof Muh Zamrun menjadi guru besar bidang ilmu fisika.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Muh Zamrun mengangkat judul “Formalisme Penggandengan Channel : Teori, Metode Numerik dan Aplikasi Pada Reaksi Nuklir Antar Inti Atom”.

Prof Dr Muh Zamrun menguraikan, dinamika dan struktur inti atom adalah studi yang sangat menarik dilakukan dalam bidang fisika nuklir selama lebih dari satu dasawarsa. “Struktur ini penting diketahui untuk melakukan percobaan reaksi inti-inti baik hamburan, reaksi fusi nuklir dan reaksi fusi yang semuanya akan menghasilkan inti baru yang lebih ringan maupun inti yang lebih berat serta melepaskan energi, ” jelasnya.

Katanya, reaksi nuklir biasanya sering digunakan energinya untuk pengembangan energi adalah reaksi fusi berantai yang terjadi pada reaktor nuklir untuk membangkitkan energi listrik.
Hal tersebut, sudah banyak dikembangkan di dunia seperti, Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara maju di dunia. Penggunaan energi alternatif terus di kaji dan sudah berhasil diberbagai Laboratorium di dunia seperti Jepang, Rusia dan beberapa negara eropa lainnya.

Di Indonesia penelitian mengenai reaksi inti dilakukan khususnya di Badan Tenaga Atom Nasional, baik yang terletak di Serpong maupun Jogyakarta.
Berdasarkan hasil simulasi dengan menggunakan metode penggandengan channel, kata Prof Zamrun, menunjukkan bahwa metode dapat digunakan untuk mengkaji reaksi nuklir baik fusi maupun hamburan quasi-elastis.

“Hal ini menunjukkan bahwa metode ini sangat bermanfaat untuk mengkaji dinamika reaksi ini bahwa untuk reaksi inti yang dapat menghasilkan inti-inti superberat,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, metode tersebut juga dapat digunakan untuk menjelaskan data eksperimen yang akan muncul dimasa-masa yang akan datang.
Pengetahuan yang mendalam tentang rekasi inti akan sangat bermanfaat untuk mencari sumber energi alternatif lain untuk pemenuhan kebutuhan energi dimasa depan.

Berlomba Berkarya

Sementara itu dalam sambutannya, Muh Zamrun mengajak seluruh dosen agar berlomba-lomba untuk berkarya bagi UHO. “Mari kita berlomba-lomba untuk berkarya untuk kemajuan univeritas yang kita cintai ini. Jangan justru saling caci yang pada akhirnya memperburuk citra kampus UHO,” tegas Muh Zamrun.

Menurut Zamrun, UHO sudah banyak memberikan jasa bagi sivitas akademika, sehingga sebagai balasannya maka harus mengabdikan diri dengan baik kepada UHO.

“Kita diangkat jadi PNS karena UHO. Kita meraih gelar magister karena UHO. Kita meraih doktor bahkan hingga profesor karena UHO. Apanya lagi yang kurang yang diberikan UHO kepada kita,” katanya.

Dalam mengabdi dan berkarya bagi universitas ini, kata Zamrun tidak perlu harus ada jabatan. “Ada jabatan atau tidak mari kita terus berkarya dan mengabdi,” katanya.

Dosen mengabdi dengan mengajar dan melakukan penelitian, tenaga kependidikan mengabdi dengan memberikan pelayanan yang baik, dan mahasiswa mengabdi untuk belajar baik illmu maupun berorganisasi.

Zamrun juga mengajak para dosen untuk terus meningkatkan penelitian dan melakukan penulisan di jurnal internasional, sehingga mampu meraih gelar profesor. Menurutnya, setiap program studi harus minimal memilki dua orang guru besar. Kalau UHO memiliki 80 program studi berarti guru besarnya harus 160 orang.

“Saat ini kita baru memiliki hampir 80 orang guru besar. Saya yakin hingga 4 tahun ke depan bisa menembus 160 orang, sehingga UHO makin maju dan dipercaya,” katanya. (p12/b/lex)

To Top