Suksesi

Prof Masihu Ingin Bangun Sultra dari Desa

IST
Prof Dr La Ode Mahisu Kamaluddin

BKK, KENDARI – Salah satu kandidat gubernur, Prof La Ode Masihu Kamaluddin, memaparkan visi misi dan programnya di hadapan pengurus DPW PKS Sultra, berlangsung di Hotel Zahra Kendari, Kamis (24/8) malam.

Di hadapan para pengurus DPW PKS, Prof Masihu memaparkan visi misi dan programnya bertagline “Pembangunan dari Desa Sultra Sejahtera”. Menurut Rektor Universitas Lakidende ini, desa merupakan jantung kehidupan suatu wilayah, karena jika desa sudah maju maka dengan sendirinya daerah itu akan maju.

“Jadi untuk membangun daerah pedesaan harus diterapkan di Sultra, jika daerah ini bisa maju atau kotanya bisa makmur, maka yang harus dilakukan, desanya yang harus di makmur terlebih dahulu,” kata Masihu.

Menurut Masihu membangun dari desa cocok untuk wilayah Sultra, karena mayoritas di Sultra memiliki karakteristik pedesaan. “Kalau misalkan kita semua ke kota, terus siapa yang akan mengelolah desa. Saya melihat ada potensi disini (desa), caranya kita tanami agroindustrinya dan pertaniannya,” kata Masihu.

Masihu menguraikan, konsep membangun dari desa sebenarnya sudah lama dilakukan di beberapa negara lain di dunia. Dia mencontohkan Amerika Serikat menggunakan konsep ini sejak presiden Abraham Lincoln. Di negara di eropa juga pada awal tahun 1900-an sudah memulainya.

Sedangkan di Asia, contoh terdekat adalah Korea Selatan, dimana negara ini umurnya hampir sama dengan Indonesia. “Kita Indonesia ini sebenarnya sudah terlambat. Tapi tentu tidak ada kata terlambat. Kita perlu mencontoh Korea bagaimana membangun daerahnya dengan benar-benar membangun desanya, akhirnya mereka sejahtera,” katanya.

Prof Masihu sebenarnya dalam soal membangun dari bukanlah baru gagasan, tapi sudah memulainya. Melalui Unilaki yang bekerjasama dengan organisasi internasional 4H dan pemerintah Korea Selatan telah merealisasikan program membangun desa dengan program smart village.

Program ini sedang dilakukan di Kabupaten Konawe, Konawe Utara, dan Kolaka Timur. Dengan mediasi yang dilakukan Prof Masihu, Pemerintah Korea Selatan telah menanamkan investasinya di tiga daerah ini.

Dalam kesempatan itu Prof Masihu yang juga mantan Irjenbang menguraikan secara detail tentang program membangun dari desa termasuk konsep smart village. Dalam bidang pendidikan, Masihu akan mencanangkan Program Cerdas Sultra. Melalui program ini Masihu akan mengirim generasi muda Sultra untuk belajar ke luar negeri dalam bidang engineering, karena ke depan semua bertumpu pada teknologi dan informasi.

“Jadi kita harus siapkan sumberdaya manusia Sultra siap pakai pada bidang teknologi dan industri,” katanya.

Pelaksanaan pemaparan visi dan misi bakal calon gubernur Sulawesi Tenggara oleh DPW PKS, terselenggara tanpa melibatkan panelis seperti partai politik lainnya. Para balon gubernur langsung dipersilahkan secara bergantian memaparkan visi-misinya di hadapan tim penjaringan PKS.

Ketua DPW PKS Sultra, Sulkhoni, menjelaskan, usai semua figur balon memaparkan visi misinya, pihaknya akan melakukan audiensi untuk diplenokan di DPW sebelum dikirim ke DPP PKS. Sementara survei popularitas, diserahkan kepada masing-msing figur, meskipun dari DPW juga mempunyai lembaga survei.

“Setelah ini (pemaparan visi misi), akan diplenokan di internal DPW, nanti akan menyisahkan lima bakal calon. Dan itu akan dihadiri langsung oleh DPP,” jelas Sulkhoni.

Prof Masihu adalah kandidat gubernur yang ketiga tampil memaparkan visi misinya di hadapan DPW PKS. Sebelumnya dua kandidat lain yakni Abdul Rahman Farisi dan Marsda Supomo.

Untuk diketahui, ada sembilan bakal calon gubernur (bacagub) dan dua bakal calon wakil gubernur (bacawagub) bersaing mendapatkan rekomendasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Adapun kesembilan bacagub tersebut yakni Abdul Rahman Farisi, Ali Mazi, Asrun, Hugua, La Ode Ida, Prof La Ode Masihu Kamaluddin, LM Rusman Emba, Lukman Abunawas dan Supomo. Sementara dua bacawagub terdaftar LM Sjafei Kahar dan Oheo Sinapoy. (lex)

To Top