Bisnis & Ekonomi

Menjadi Investor Saham melalui Sekolah Pasar Modal BEI

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
CALON INVESTOR MUDA. Sejumlah peserta saat mengikuti pembelajaran di Sekolah Pasar Modal yang dibuka oleh Bursa Efek Indonesia perwakilan Kendari, Jumat (25/8).

BKK, KENDARI- Bursa Efek Indonesia perwakilan Kendari kembali membuka Sekolah Pasar Modal (SPM) sebagai sarana edukasi dan sosialisasi pasar modal. Melalui SPM, masyarakat diharapkan bisa mengetahui tentang pasar modal dan bagaimana memanfaatkannya untuk meraih keuntungan finansial.

Staf Admin BEI KP Kendari, Suriyanti Sudirman menjelaskan, SPM ini terdiri dari dua level, di mana level 1 untuk masyarakat yang belum menjadi investor saham, dan level 2 bagi masyarakat yang telah menjadi investor saham di pasar modal Indonesia.

“Untuk ikut SPM hanya Rp 100.000. Itupun untuk dana investasi dan kemudian disetorkan ke rekening sahamnya yang sudah jadi, dan dikembalikan kepada mereka untuk dipakai sebagai modal bertransaksi,” tutur Suriyanti di sela-sela kegiatan pembelajaran di SPM, Jumat (25/8).

Untuk menjadi peserta SPM, syaratnya cukup mudah. Yakni KTP, NPWP dan buku tabungan. Ketiga dokumen ini digunakan untuk membuka rekening untuk kegiatan pasar modal.

Saat ini, SPM level 1 atau pun level 2 sudah dibuka dengan jumlah kuota peserta sebanyak 15 orang. Pesertanya pun bisa dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, dosen, PNS dan profesi lainnya. Mereka akan mengikuti materi selama lima jam dalam sehari.

“Daftarnya bisa online, dengan membuka website www.pasarmodalidx.co.id, di situ tinggal dipilih programnya,” tambahnya.

Ketua Umum KLC OJK Sultra, Emy Syamsuria menambahkan bahwa Komunitas Learning Center memiliki program diskusi keilmuan untuk semua industri jasa keuangan yang ada di Sultra, termasuk pasar modal.

“Kami memilih SPM karena SPM ini memberikan kami intensif yang lebih baik. Karena selain modul yang disajikan lebih kompeherensif, teman-teman juga diberikan kiat-kiat untuk langsung trading saham di pasar modal. Bisa menjadi investor-investor muda di Sultra,” tuturnya.

Anggota KLC yang tercatat sekarang sekitar 200 orang yang tersebar pada enam komisariat. Yakni STIE 66, Muhammadiyah Kendari, IAIN, Indotec, Unsultra dan Universitas Halu Oleo. Tujuan pembentukan KLC ini sebagai sarana belajar dan juga menjembatani fungsi OJK yang ketiga, yaitu menjembatani edukasi pada konsumen. (p14/b/aha)

To Top