Beranda

443 JCH Kendari Sudah Tunaikan Dam

IST
Jemaah calon haji foto bersama di lokasi pemotongan dam.

BKK, KENDARI – Dari 453 jemaah calon haji (JCH) asal Kota Kendari yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19, sebanyak 443 Jemaah telah membayar dam (denda).

Mayoritas jemaah haji Indonesia melaksanakan haji Tamattu, yaitu mendahulukan umrah ketimbang haji.
Karena itu, setelah menyelesaikan umrah wajibnya, para jemaah mulai membayar dam nusuq atau penyembelihan hewan yang terkait dengan rangkaian tata cara ibadah, berupa minimal satu ekor kambing.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kendari Samsuri menjelaskan, dam adalah suatu ketentuan yang harus dilaksanakan oleh JCH yang memilih haji dengan cara haji Tamattu. DAM ini disebut DAM Nusuk (ketentuan).

“Dam diwujudkan dalam bentuk menyembelih satu ekor kambing. Jika tidak mampu maka harus berpuasa 10 hari pada bulan Dzulhijjah, yakni tiga hari di Mekkah sebelum wukuf dan tujuh hari di tanah air, atau memberi makan enam orang miskin di Mekkah,” papar Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari Samsuri, Jumat (25/8).

Lebih jauh, kata dia, untuk pelaksanaan dam seluruh JCH kloter 19 UPG Kota Kendari yang memilih Haji Tamattu sudah 100 persen.

“Dari 453 JCH Kota Kendari yang tergabung dalam kloter 19, ada 10 Jemaah yang tidak dikenakan dam karena memilih haji Ifradh,” paparnya.

Masih kata dia, kondisi semua JCH Kendari yang tergabung kloter 19 asal Kota Kendari cukup baik.

“Akan tetapi, satu JCH atas nama Haniah masih dirawat di rumah sakit (RS) di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sejak Kamis (24/8) lalu, karena mengalami stroke ringan,” ungkapnya. (cr6/c/iis)

To Top