Headline

Sejumlah CJH Sultra Jatuh Sakit

IST
Ilustrasi

BKK, KENDARI – Kepala Bidang Penyelenggaraa Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sultra, Hj Wa Masi, mengatakan menurut informasi yang dia terima dari petugas haji di Mekkah, sejumlah Jamaah Calon Haji (JCH) asal Sultra jatuh sakit, namun belum dirawat di Rumah Sakit.

Wa Masi menyebutkan mereka rata-rata menderita sakit batuk, pusing, dan flu. “Saat ini mereka hanya dirawat di hotel, belum di pindahkan di Rumah Sakit, berhubung penyakit yang dialami hanya penyakit ringan seperti batuk, pusing, disebabkan suaca disana panas,” kata Wa Masi kepada jurnalis BKK ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/8).

Wa Masi menjelaskan, JCH Sultra mulai dari kloter 19 sampai 23, kegiatan sehar-harinya hanya melakukan ibadah sholat lima waktu di masjidil Haram.
Dikatakan, pemerintah setempat melarang JCH melakukan kegiatan selain ibadah wajib berkunjung di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan buat jamaah.

“Untuk keberadaan CJH asal Sultra di Makkah saat ini masih kondisi baik-baik. Sementara tempat tinggal mereka disana di hotel mewah dan fasilitasnya lengkap. Itu informasi yang kami dapatkan dari DPR RI saat berjkunjung ditempat tinggal jamaah kita di Makkah,” katanya.

Sementara itu, jika CJH mau berangkat ke masjid al-haram untuk melakukan ibadah, disiapkan bus khusus, tergantung dari jarak asramnya ke masjid. Jika kurang dari 1 kilometer mereka jalan kaki, sementara yang di atas dari 1 kilometer mereka naik Bus.

”Jadi sampai saat ini pemerintah di sana sudah melayani CJH kita begitu baik dari sisi transportasi maupun yang lainnya,” ujarnya.

Dari Makkah dilaporkan, suasana di Hotel Al Murjan Royal Mekah mendadak heboh ketika didatangi Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu, 23 Agustus 2017.
Tiba pukul 10.20 waktu Arab Saudi, Lukman didampingi Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi HD, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Kabiro Humas Kemenag Mastuki, Kadaker Mekah Nasrullah Jassam.

Setelah menyapa jemaah di lobi hotel, Lukman naik ke lantai lima dan langsung menyapa jemaah yang sedang bersantai di luar kamar. Lukman menyambangi kamar jemaah dan mendengar beragam curahan hati jemaah selama berada di Tanah Suci.

Saat ditanya kondisi dan fasilitas hotel, jemaah memastikan semuanya dalam kondisi baik. Makanan juga datang tepat waktu dan rasa sesuai dengan lidah mereka. Namun ada juga jemaah yang merasakan jarak hotel ke Masjidil Haram cukup jauh, mencapai 4 kilometer lebih.

“Tapi alhamdulillah, ada bus. Kalau mau ke Masjidil Haram bisa naik bus salawat,” kata jemaah.

Jemaah Indonesia mendapat fasilitas bus salawat yang melintasi hotel-hotel tempat jemaah menginap. Fasilitas transportasi ini akan dihentikan tiga hari jelang puncak haji. Penghentian sementara dilakukan karena kondisi Kota Mekah sangat padat dan keadaan sudah sangat macet.

Lukman kemudian bergeser ke kamar lain dan menanyakan usulan jemaah agar penyelenggaraan haji tahun berikutnya lebih baik. Sebagian besar tak banyak mengeluh dan menyebut fasilitas sudah sangat memadai. Jemaah justru hanya heboh dan minta berfoto.

“Baru kali ini ketemu langsung dan disambangi Pak Menteri. Kapan lagi bisa dekat Pak Menteri,” kata Rukayah, jemaah asal Merauke.

Sidak berakhir di Hotel Jarwal. Rombongan menemui jemaah asal Jember yang sedang santai sambil tidur-tiduran di lantai depan kamar mereka. Di lobi hotel, jemaah tetap heboh dan berkerumun minta berfoto. (p13/jpnn)

 

 

To Top