Headline

Pakai Absen Manual, PNS Malas Susah Dideteksi

IST
Ilustrasi

BKK, BATAUGA- Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Buton Selatan, Konstantinus Bukide mengakui kedisiplinan PNS masih rendah. Tidak sedikit PNS yang selalu pulang sebelum waktunya bahkan alpa.

Namun dia belum bisa memberikan sanksi disiplin terhadap PNS yang tidak disiplin. Pasalnya, absen yang digunakan di setiap kantor OPD masih manual dan dapat dimanipulasi.

“Yang menjadi kendala kita saat ini, terkait infrastruktur absen. Alat pengontrol kehadiran masih diisi secara manual. Ini kan masih dapat dimanipulasi. Jadi susah kita deteksi siapa saja PNS yang malas,” urainya.

Dia khawatir jika sanksi diberlakukan, akan ada PNS yang dihukum namun bukan kesalahannya. Sementara oknum PNS yang malas justru tidak dihukum.

“Kita Ketahui absen ini tidak akurat. Ada kemungkinan para pegawai malas mengisi absen secara tertib. Datang kerja satu hari, namun dia mengisi absennya satu minggu. Sementara yang rajin karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, justru tidak mengisi absen,” paparnya.

Olehnya itu, lanjut dia, pada tahun 2018 ini pihaknya akan mengadakan absen sidik jari. Dengan begitu, tingkat kehadiran PNS mudah dikontrol. Dan absen sidik jari susah dimanipulasi.

Jika sudah begitu, akan lebih mudah bagi pemerintah untuk menjatuhkan sanksi bagi PNS yang malas, sesuai dengan PP 53 tahun 2010.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Bupati Buton Selatan, jam kerja Pemkab Busel adalah tujuh jam per harinya. Dimulai pukul 07.00 sampai pukul 14.00. Itu berlaku selama enam hari kerja, dari Senin hingga Sabtu. (k1/c/aha)

To Top