Headline

Kejari Muna Kembali Buka Kasus PLTU Lasunapa

DOK BKK
Badrut Tamam SH MH

BKK, RAHA- Masih ingat kasus korupsi PLTU Lasunapa pada 2012 yang merugikan negara Rp 2,7 miliar dengan terpidana mantan Kepala BPN Raha Arifin dan mantan Kades Lasunapa La Ode Mbirita? Ternyata, kasus ini dibuka kembali Kejari Muna bahkan sudah naik ke tingkat penyidikan.

Begitu informasi yang diperoleh koran ini dari Kepala Kejari Muna Badrut Tamam SH MH.

“Kasus PLTU jilid 2 Lasunapa sudah naik kepenyidikan. Kasus ini terkait indikasi pemotongan uang pembebasan lahan yang didistribusikan kepada para pihak, yang dinyatakan sebagai penerima manfaat. Indikasi kerugian negaranya sekitar Rp 2,8 M,” terangnya.

Agar kasus penyidikan ini cepat rampung, kata Kajari Muna pekan depan akan memeriksa 15 orang warga sebagai penerima manfaat. “Kita periksa 15 orang penerima manfaat ini sebagai saksi. Setelah 15 saksi ini diperiksa, baru kita tentukan tersangkanya siapa,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan terkait kasus ini Kejari Muna akan memeriksa Tim 9 Pembebasan Lahan PLTU Lasunapa yang diketahui merupakan mantan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Muna, Drs La Ora.
Kemudian tim 9 di antaranya Arif Budiyono mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Muna. Alimuddin mantan Kadis Pertanian, Muh Safei mantan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Edy Uga SH Kabag Hukum, dan La Ode Rika mantan Camat Duruka, serta La Ode Hadi mantan Kadis Pertambangan, Syawal Azhari mantan Kasubag Pemerintahan. (r1/c/iis)

To Top