Beranda

Usai Pelantikan, Umar Samiun Langsung Nonaktif

IST
Saleh Lasata

BKK, KENDARI- Pelantikan pasangan pemenang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Buton, Umar Samiun dan La Bakry (Umar-Bakry), sudah diagendakan pada 24 Agustus 2017 di Jakarta. Begitu selesai pelantikan, Umar Samiun langsung dinonaktifkan.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Saleh Lasata, Selasa (22/8).
Umar Samiun berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia terseret kasus dugaan suap Akil Mochtar saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyidangkan sengketa Pilkada Buton pada 2012 lalu.

”Jadi, pelantikannya jatuh pada 24 Agustus 2017 sesuai dengan akhir masa jabatan Umar-Bakry,” kata Saleh Lasata, usai melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bombana dan Kolut, di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra.

Menurut dia, pelantikan Umar-Bakry akan berlangsung di ruang rapat Kantor Kemendagri. ”Dan saya sendiri yang akan melantik beliau, sekaligus dihadiri oleh Kemendagri dan pihak KPK,” tambahnya.

Setelah dilantik, sambung dia, Umar langsung dikembalikan ke rutan (rumah tahanan) dan beliau juga langsung dinonaktifkan. “Karana, biasanya begitu yang sering terjadi jika kepala daerah mengalami masalah hukum,” ujarnya.

”Jadi, wakilnya yang akan menggantikan posisi peliau saat dinonaktifkan. Sementara serah terimah jabatan akan dilakukan di sini dan kita akan mencari waktu yang pas,” jelas Saleh Lasata. (p13/c/iis)

To Top