Beranda

Banyak Perusahaan Tidak Patuhi Peraturan Ketenagakerjaan

IST
Ilustrasi tenaga kerja

BKK, KENDARI- Sebanyak 14 perusahaan beroperasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) sejumlah 952 orang.

Makner Sinaga SH MH, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan (HIPTK) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra mengungkapkan, keberadaan perusahaan-perusahaan itu mempekerjakan tenaga lokal sebanyak 90.123 orang.

Masalahnya kemudian adalah tenaga pengawas ketenagakerjaan masih minim. “Jumlah pengawas ketenagakerjaan hanya 25 orang, mengawal 14 perusahaan yang beroperasi di Sultra,” bebernya.

Makner Sinaga menambahkan, kondisi ini menyebabkan proses pengawasan ketenagakerjaan tidak maksimal.
“Karena itu banyak perusahaan yang tidak patuh pada peraturan ketenagakerjaan, karena tidak bisa dipantau secara khusus,” katanya.

Ia berharap tenaga pengawas ketenagakerjaan segera ditambah jumlahnya. Kekurangan tenaga khususnya yang mengawasi pelanggaran administrasi tenaga kerja asing (TKA).

”Satu atau 2 pengawas harus mengawasi sekian banyak perusahaan dan tenaga kerjanya, itu tidak akan maksimal, terutama dalam hal kepatuhan administrasi, seperti perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA),” terangnya.

“Jadi untuk kebutuhan pengawas kita sesuai dengan ketenagakerjaan kita harus mempunyai pengawas 105 orang. Artinya kita masih kekurangan pengawas 95 orang,” rincinya.

Ditegaskan, jumlah TKA di Sultra sudah mencapai 962 orang tenaga kerja dan setiap tahun selalu bertambah. (p13/d/iis)

To Top