Beranda

Pekerja Asing di Sultra Sudah Hampir 1.000 Orang

DOK BKK
Tenaga Kerja Asing di Kantor Imigrasi Klas I Kendari, beberapa waktu lalu.

Pemprov Hanya Punya 25 Pengawas Ketenagakerjaan

BKK, KENDARI- Jumlah tenaga pengawas ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih minim. Jumlah pengawas ketenagakerjaan hanya 25 orang, mengawal 14 perusahaan yang beroperasi di Sultra.

Makner Sinaga SH MH, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan (HIPTK) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra mengungkapkan, Rabu (21/8), kondisi ini menyebabkan proses pengawasan ketenagakerjaan tidak maksimal.

“Karena itu banyak perusahaan yang tidak patuh pada peraturan ketenagakerjaan, karena tidak bisa dipantau secara khusus,” katanya.

Ia berharap tenaga pengawas ketenagakerjaan segera ditambah jumlahnya. Kekurangan tenaga khususnya yang mengawasi pelanggaran administrasi tenaga kerja asing (TKA).

Data Disnakertrans Sultra mencatat, dari 14 perusahaan yang berdomisili di Sultra ada sebanyak 962 orang TKA, sedangkan tenaga lokal sebanyak 90.123 orang.
”Satu atau 2 pengawas harus mengawasi sekian banyak perusahaan dan tenaga kerjanya, itu tidak akan maksimal, terutama dalam hal kepatuhan administrasi, seperti perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA),” terangnya.

“Jadi untuk kebutuhan pengawas kita sesuai dengan ketenagakerjaan kita harus mempunyai pengawas 105 orang. Artinya kita masih kekurangan pengawas 95 orang,” rincinya.

Ditegaskan, jumlah TKA di Sultra sudah mencapai 962 orang tenaga kerja dan setiap tahun selalu bertambah. (p13/c/iis)

To Top