Ketidakhadiran Tina Nur Alam Jadi Catatan Partai Demokrat – Berita Kota Kendari
Suksesi

Ketidakhadiran Tina Nur Alam Jadi Catatan Partai Demokrat

DOK BKK
Tina Nur Alam sedang menunaikan ibadah haji sehingga tidak sempat menghadiri Pendalaman Visi Misi Calon Gubernur Sultra yang digelar DPD Partai Demokrat, di Hotel Grand Clarion Kendari, Senin (21/8).

BKK, KENDARI- Dari delapan bakal calon (balon) gubernur yang mendaftar di Partai Demokrat (PD) Sultra, hanya tujuh balon gubernur dan satu balon wagub yang siap debat di putaran kedua, Senin (21/8), di Grand Clarion Hotel Kendari.

Ketujuh balon itu adalah Asrun, Lukman Abunawas, La Ode Ida, Supomo, LM Rusman Emba, Ali Mazi dan Rusda Mahmud. Untuk balon wagub yaitu LM Sjafei Kahar.

Sementara satu balon yang tidak hadir itu adalah Tina Nur Alam dengan alasan tengah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sultra Muh Endang SA mengatakan, visi misi putaran kedua kali ini yang lakukan konfirmasi untuk hadir hanya tujuh balon gubernur dan satu balon wagub.

“Figur yang tidak hadir itu adalah Ibu Tina seperti saat visi misi yang dilakukan di Baubau. Alasannya sedang menjalankan ibadah haji,” terang Endang.

Mantan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Rakyat (DPRD) Sultra ini menambahkan, dengan ketidakhadiran Tina, akan menjadi catatan partai untuk kemudian dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD.

Dalam visi misi itu dipandu oleh presenter salah satu stasiun televisi nasional Bayu Setiono yang disiarkan secara live dengan menggunakan media sosial (medsos).

Sesuai nomor urut La Ode Ida diberikan kesempatan pertama untuk memaparkan visi misinya, setelah itu Supomo, Asrun, Lukman Abunawas, Rusman Emba, Ali Mazi dan Rusda Mahmud didampingi wakilnya LM Sjafei Kahar.

Dari keseluruh figur hampir memaparkan visi misi yang sama yakni mensejahterakan masyarak Sultra dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Selain itu, masing-masing figur juga menjanjikan siap memberikan peluang usaha bagi seluruh pengangguran yang ada dengan cara membuka lapangan kerja.

Ketua Ombudsman RI La Ode Ida SDA misalnya memaparkan misinya untuk rakyat sejahtera, dana abadi pendidikan, generasi unggul dan kompetitif, wiraswasta maju kesempatan kerja terbuka.

Begitupula Supomo berjanji akan meningkatkan kualitas SDM, kemandirian ekonomi sektor strategis dan terobosan inovasi tekhnologi terpadu, keselerisasi infrastruktur berkelanjutan, biokrasi bersih dan transparan bertumpu pada pelayanan publik.

Untuk Asrun dan Lukman Abunawas menggunakan visi misi yang hampir sama yakni Sultra Emas. Dalam artian bahwa Sultra Emas itu semata-mata hanya untuk kesejahteraan masyarakat, pembangunan rakyat makmur serta program unggulan yang dielaborasi dalam program pemerintah cerdas, permata sehat, permata bantuan masyaraat miskin permata beradab permata beriman.

Sementara, Ali Mazi juga masih menggunakan visi misi yang sama saat dirinya mencalonkan diri dalam Pilgub Sultra periode 2003-2008 lalu yakni mengenai bagaimana cara mewujudkan Sultra yang sejahtera, adil, dan merata, aman dan demokratis, serta maju dan berkembang secara berkelanjutan pada era transparasi global dalam rangka mendukung pembangunan kebudayaan dan perbedaan bangsa dan negara. (cr1/c/iis)

To Top