BI Sultra Siapkan Rp 50 Juta untuk Penukaran Uang Logam – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

BI Sultra Siapkan Rp 50 Juta untuk Penukaran Uang Logam

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
PIMPINAN Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Minot Purwahono dengan latar belakang kegiatan penukaran uang logam rupah di Taman Kota Kendari, Minggu (20/8).

BKK, KENDARI- Keluhan masyarakat mengenai sulitnya transaksi dalam bentuk uang logam, mendapatkan respons dari Bank Indonesia Sulawesi Tenggara. Minggu (20/8), BI bekerja sama dengan perbankan menggelar program pelayanan penukaran uang logam, di pelataran Taman Kota Kendari.

Pimpinan Bank Indonesia Sultra, Minot Purwahono mengakui ada kesan bahwa uang logam tak lagi bernilai. Anggapan ini tentu saja sangat keliru, karena dalam UU No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, rupiah dalam bentuk kertas maupun logam merupakan alat pembayaran yang sah.

Minot mengaku prihatin karena seringnya mendapatkan informasi tentang keresahan masyarakat saat ingin bertransaksi uang logam. Selain keluhan terhadap bank yang enggan melayani transaksi dalam bentuk uang logam, transaksi jual beli juga sering kali merugikan pembeli karena pedagang beralasan tidak memiliki uang receh untuk kembalian.

Padahal menurutnya, setiap tahunnya BI mencetak uang logam untuk memastikan transaksi tetap utuh secara nilai. “Kalau dilihat selama ini, outflow uang logam yang banyak, tetapi inflow atau setoran uang logam itu hampir tidak ada,” Minot yang ditemui di sela-sela layanan penukaran uang logam, kemarin.

Melalui kegiatan ini, Minot berharap masyarakat bisa mengambil manfaat dari uang logam miliknya. Baik pedagang yang memerlukan uang logam, maupun masyarakat umum yang ingin menukarkan uang logamnya dengan uang kertas.

“Silahkan masyarakat yang punya uang logam yang selama ini disimpan, bisa disetorkan ke bank . Uang berapa pun nilainya, harus diterima karena itu lambang kedaulatan negara. Transaksi berapa pun wajib di terima, karena ada UU-nya. Jika tidak diterima, akan ada sanksinya,” tuturnya.

Minot juga menegaskan, pecahan uang logam Rp 50, Rp 100, Rp 200, Rp 500 dan Rp 1000 masih tetap berlaku. BI belum pernah menariknya dari peredaran. Yang terakhir kali ditarik hanya pecahan Rp 25 dan saat ini sudah tidak diedarkan lagi.

Terkait layanan penukaran uang logam saat ini, BI Sultra menyiapkan Rp 50 juta. Untuk memudahkan penukaran, dilakukan dengan cara penukaran kupon yang nilai per kupon Rp 10.000.

Minot mengatakan, layanan penukaran ini masih dicari format yang tepat, karena BI berencana membuatkan agenda rutin. Yang sudah jelas, kegiatan ini dikerjasamakan dengan perbankan dan mencari lokasi yang mudah di akses masyarakat. (p14/c/aha)

To Top