Headline

Asrun Manuver Koalisi, PD dan PDIP Tanggapi Dingin

IST
Asrun

Calon Gubernur Menjadi Kewenangan DPP

BKK, KENDARI – Dimulainya tahapan pemilihan gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, membuat sejumlah kandidat gubernur kian kencang bermanuver untuk mendapatkan dukungan partai politik (parpol).

Salah satu kandidat itu, misalnya Dr H Asrun menggagas koalisi besar parpol untuk mendukung dirinya. Parpol yang digagas untuk berkoalisi itu diantaranya, PAN, Gerindra, Partai Demokrat (PD), PDIP, PKS, PPP, dan Hanura.

Keinginan Asrun untuk membentuk koalisi besar kembali diungkapkannya sesaat sebelum mengikuti pemaparan visi misi balon gubernur yang diselenggarakan PD Sultra di Grand Clarion Hotel Kendari, Senin (21/8).

“Saya berharap dengan bergabungnya saya di Demokrat, koalisi antara PAN dan Demokrat bisa terjadi hatrik seperti pada pencalonan saya pada periode pertama dan kedua pada Pilwali, ” kata Asrun.

Pasalnya, harapan koalisi itu agar bisa terjadi untuk yang ketiga kalinya (hatrik) dimana dalam pencalonannya saat Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari periode pertama dan periode keduanya Asrun diusung dengan menggunakan kedua partai itu.

Ia menambahkan, sejauh ini dirinya terus melakukan komunikasi dengan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra. Hanya saja ia mengakui, sama sekali belum melakukan komunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

“Saya selalu intens melakukan komunikasi dengan DPD Demokrat Sultra. Untuk sementara masih melakukan komunikasi dengan pengurus di sini dulu (DPD Demokrat Sultra red), ” akunya.

Menurutnya, koalisi antara PAN dan Demokrat Sultra bisa memenangkan pertarungan pilgub nanti dengan kemenangan yang besar. Pasalnya, kata dia saat ini dirinya telah mempunyai kendaraan politik dalam pencalonannya di pilgub dengan menggunakan pintu PAN.

“Potensi kemenangan itu kita lihat dengan kursi yang dimiliki di DPRD Sultra antara PAN dan Demokrat. PAN memiliki kursi sembilan sementara Demokrat itu enam kursi maka akan jadi koalisi yang begitu besar karena kedua partai itu mempunyai masa yang jelas,” yakinnya.

Namun pernyataan Asrun ditanggapi dingin oleh PD dan PDIP Sultra.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra, Muh Endang SA membenarkan jika pada pencalonan Asrun di wali kota Kendari diusung dengan koalisi PAN dan Demokrat.
Hanya saja, lanjutnya, untuk Pilgub nanti, dirinya belum bisa memastikan apakah akan kembali mengusung Asrun seperti saat pencalonannya di Pilwali kemarin.

“Koalisi dengan PAN juga tidak masalah karena di pusat kita koalisi. Akan tetapi, apakah Demokrat akan mengusungnya (Asrun red) di Pilgub Sultra, nanti kita masih menunggu proses dulu,” pungkasnya.

Hal senada dilontarkan PDIP Sultra melalui juru bicaranya, Agus Sanaa, menyatakan, upaya Asrun menggalang koalisi besar adalah hal yang wajar.
“Itu hal yang wajar. Semua kandidat bermanuver agar semua parpol bisa dikuasai,” katanya.

Hanya saja nanti tergantung DPP, karena pencalonan gubernur ditentukan DPP berdasarkan parameter yang telah ditetapkan. “Tergantung DPP menilai berdasarkan hasil survei yang dikompilasi dengan hasil uji kelayakan dan kepatutan,” katanya.

Menurut Agus, Asrun sebagai salah satu kandidat yang mengikuti uji kelayakan di PDIP tentu memiliki peluang yang sama dengan kandidat lainya. “Ya tergantung DPP nanti,” katanya.
Melihat pernyataan Asrun yang ingin berkoalisi besar dengan garansi PAN sepertinya sudah menjadi miliknya. Mungkinkah? (m2/b/lex)

To Top