Arus Barang Masuk ke Kendari Masih Lebih Besar – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Arus Barang Masuk ke Kendari Masih Lebih Besar

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
SUASANA di Kantor TIKI Kendari.

BKK, KENDARI- PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) mencatatkan volume barang yang dikirim dari luar ke Kota Kendari masih jauh lebih besar jika dibandingkan barang yang dikirim dari Kendari keluar. Perbandingannya bisa mencapai 65 persen barang masuk, dan 35 persen barang keluar.

“Memang belum sebanding. Masih lebih banyak barang yang masuk ke Kendari,” kata Kepala Operasional TIKI Kendari, Bambang Murfianto, Jumat (18/7).

Bambang mengakui bertumbuhnya bisnis online di Pulau Jawa menjadi pemicu tingginya arus barang masuk ke Kota Kendari. Sebaliknya, bisnis online di Kendari belum begitu tumbuh.

Sehingga kata dia, hal ini bisa menjadi peluang bisnis bagi masyarakat.
Jika diurut berdasarkan volume barang masuk ke Kendari, Jakarta menempati urutan pertama. Kemudian sejumlah kota di Jawa dan termasuk Kota Makassar. Jenis barang yang masuk masih didominasi oleh dokumen (30 persen) dan pakaian (30 persen). Sisanya 40 persen berupa barang elektronik, souvenir, hingga obat-obatan.

Meski demikian, TIKI mengalami lonjakan pengiriman barang dari Kota Kendari keluar hingga 30 persen. Saat ini, TIKI bisa mengirim barang antara 70 – 100 kilogram per hari.

“Tranportasi pengiriman barang kita ada 2 unit mobil dan empat unit motor,” tuturnya.

TIKI, menurut Bambang, masih tetap menjadi pilihan utama konsumen karena kecepatan pengiriman. Untuk Jakarta, misalnya, lama pengiriman hanya memakan waktu satu hingga dua hari.

Bagi yang ingin barang sampai dalam satu hari, bisa menggunakan jasa ekspres sebesar Rp 30.000 per kg. Begitu juga dengan Makassar, bisa sampai dalam waktu sehari saja dengan layanan ekspres sebesar Rp 19.000 per kg.

Selain kecepatan, TIKI juga sudah punya teknologi tracking yang memungkinkan pengirim mendapatkan informasi mengenai status pengiriman barangnya.

“Jika pengirim mau cek barang yang dikirim sudah sampai di mana, bisa dicek melalui situs Tiki atau aplikasi di smartphone. Masyarakat sudah tahu tentang hal ini,” katanya. (p14/c/aha)

To Top