Bupati, Wabup, Kapolres Wakatobi Ikut Upacara di Bawah Laut – Berita Kota Kendari
Headline

Bupati, Wabup, Kapolres Wakatobi Ikut Upacara di Bawah Laut

ISWANDI/BERITA KOTA KENDARI
BUPATI Wakatobi serta para pejabat foto bersama dengan para penyelam sesuai melaksanakan upacara pengibaran bendera di bawah laut, spot penyelaman Cemara, Desa Waha, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi, Kamis (17/8).

BKK, WAKATOBI- Upacara pengibaran bendera merah putih di bawah laut sudah menjadi kegiatan lazim di Wakatobi. Termasuk pada 17 Agustus yang tahun ini yang jatuh pada Hari Kamis, di mana Wakatobi Profesional Diver Assosiation (WPDA) menjadi penyelenggaranya.

Upacara yang melibatkan 72 penyelam dari berbagai unsur ini dilaksanakan di salah satu spot penyelaman di objek wisata Pantai Cemara, Desa Waha, Kecamatan Wangiwangi. Spot ini dikelola oleh Dinas Cemara Dive Center Wakatobi.

Uniknya, dari 72 penyelam itu, diantaranya adalah Bupati Wakatobi H Arhawi. Dia pula yang menjadi inspektur upacaranya. Tak hanya bupati, Wakil Bupati Ilmiati Daud, Sekretaris Kabupaten Wakatobi serta Kapolres Wakatobi, juga ikut ambil bagian.

Tak ketinggalan pula Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi dan Kepala Imigrasi Wakatobi, juga menjalani sensasi upacara di bawah laut.

Dalam sambutannya sesaat sebelum melakukan penyelaman, Bupati menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para penyelam di Wakatobi. Dia memuji kemandirian WPDA dalam menyelenggarakan kegiatan ini dan menyebutnya sebagai bagian dalam mempopulerkan Kabupaten Wakatobi.

“Wakatobi adalah kabupaten yang unik di mana sebagian besar wilayahnya adalah lautan dengan cakupan 97 persen dan wilayah daratnya hanya 3 persen. Maka keunikan tersebut menjadi keunggulan kita untuk terus maju dalam mengembangkan pembangunan pada sisi pariwisata maritim,” ujarnya.

Lantas, bagaimana mengatur upacara bendera di bawah laut. Ternyata, WPDA sudah mempersiapkan tahapan dan teknisnya.

Sebelum melakukan penyelaman, instruktur selam, Laode Amaluddin yang juga panitia acara memberikan breefing tentang bagaimana kegiatan penyelaman ini akan berlangsung. Udin, sapaan akrabnya, menjelaskan lokasi pengibaran bendera berada pada kedalaman 7 meter, dengan arah pengibaran menghadap sebelah barat.

Agar penyelam bisa dalam posisi berdiri, disiapkan rangka bambu sebagai landasan kaki berbentuk U. Rangka bambu ini pula yang menjadi ‘panggung acara’, di mana posisi sebelah kiri akan ditempati unsur Muspida, di tengah Inspektur Upacara, dan posisi kanan untuk peserta lainnya.

Karena di bawah air tak bisa mengeluarkan suara sebagai aba-aba, maka dipakai bunyi bel. Jika dentang bel panjang, itu menandakan siap melakukan upacara.

Selanjutnya bel dengan dua kali ketukan pasukan pengibar mengambil bendera yang akan diserahkan oleh Inspektur Upacara, untuk kemudian diikatkan ke tiang bendera. Lalu berturut-turut  penghormatan kepada bendera, kemudian bel panjang terakhir upacara selesai, dan secara bersama-sama naik ke permukaan, menuju spit dan kembali ke pinggir pantai.

Acara yang berlangsung beberapa menit ini pun berjalan dengan sukses, dari awal hingga akhir. Bendera merah putih itu berkibar dengan iringan gelombang bawah laut.

Di wawancarai terpisah, ketua panitia, Iwan menjelaskan, kegiatan ini ditangani langsung oleh penyelam profesional yang ada di Wakatobi. “Kami sangat senang karena Bapak Bupati bersedia ikut dan menjadi inspektur upacaranya,” katanya. (k1/aha)

Berikut gambar suasana pengibaran bendera di bawah laut Wakatobi

1. Acara penyerahan

IST
BUPATI Wakatobi, Arhawi menyerahkan bendera kepada salah satu penyelam profesional.

2. Pengibaran sang merah putih.

IST
Bendera merah putih dikibarkan di bawah laut Wakatobi.

 

To Top