Pemerintah Daerah Harus Berkeinginan Kuat – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Pemerintah Daerah Harus Berkeinginan Kuat

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
SALAH SATU proyek rumah khusus yang dibangun di Kota Kendari.

Proyek Perumahan untuk Warga Miskin

BKK, KENDARI- Pemerintah daerah diharapkan memiliki keinginan yang kuat untuk membantu warga tidak mampu mendapatkan rumah yang layak. Pasalnya, pemerintah pusat saat ini tengah gencar membiayai program di bidang perumahan rakyat.

Kepala Seksi Pendataan dan Perencanaan Pengembangan Kawasan Perumahan, SNVT Perumahan Sultra Musniar, mengatakan, setidaknya ada tiga program pemerintah pusat untuk perumahan rakyat, yakni BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), bantuan rumah khusus dan bantuan rumah susun. Bantuan ini ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Penyediaan Perumahan yang kemudian diteruskan dalam bentuk Satuan Non Vertical Tertentu (SNVT).

Untuk BSPS di Sulawesi Tenggara, lanjut Musniar, sudah terdata 10.000 rumah tidak layak huni di tahun ini. Sebanyak 6.000 rumah diantaranya sudah mendapatkan bantuan dalam bentuk bedah rumah.

“Penentuan rumah tidak layak huni versi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di lihat jika beratap rumbia, dinding yang bolong-bolong, dan lantai tanah. Kalau versi BKKBN dilihat penghuninya dalam satu keluarga berapa orang. Bantuan akan diberikan jika memenuhi syarat, tuturnya, Senin (14/8).

Dari 17 kabupaten/kota, hampir semua mendapatkan BSPS. Tahun ini, pemerintah menargetkan bantuan itu untuk 3.000 unit rumah tidak layak. Jumlah ini meningkat 50 persen dari tahun lalu sebanyak 2.000 unit.

BSPS, lanjut dia, tetap menuntut adanya bagian yang dikerjakan secara mandiri oleh pemilik rumah karena bantuan ini hanya bersifat stimulus. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penerima bantuan bisa menikmati rumah layaknya tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu ruang keluarga.

“Kayak BTN lah. Jadi per keluarga maksimal menerima bantuan 7 juta sampai 15 juta,” katanya.

Bantuan perumahan lainnya adalah bantuan rumah khusus. Pemerintah juga sudah membangun rumah khusus seperti di Puri Rano, Kendari bagi yang direlokasi dari Tahura Murhum. Untuk bantuan ini, harus ada sharing dengan Pemda setempat. Dalam hal ini, pemerintah daerah harus menyediakan lahan.

Di tahun ini, ada sekitar 121 unit rumah khusus yang dibangun bagi para warga relokasi Tahura Murhum. Jumlah ini juga meningkat dari 2016 yang dialokasikan sebanyak 105 unit.

Selain di Kendari, bantuan ini juga dialokasikan di Bombana sebanyak 52 unit (2016) serta Konawe Kepulauan sebanyak 51 unit. “Bombana dan Wawaonii ini ditujukan untuk nelayan. Tahun ini 2017 rumah khusus kita dapat bantuan di Bungkutoko 51 unit untuk relokasi masyarakat Rawa Aopa. Ada juga di Kolaka Utara 51 unit untuk nelayan,” tuturnya.

Adapun rumah susun di Sultra untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga sudah dibangun sejak 2015 di Pelabuhan Samudra, Kendari. Ada 50 unit yang dibangun saat itu. Rumah susun sebanyak 50 unit juga dibangun di Buton yang diperuntukkan bagi PNS.

Pada 2016, Kota Kendari kembali mendapatkan bantuan rumah susun di Bungkutoko dengan jumlah 100 unit. Rumah susun ini diperuntukkan bagi para buruh. “Kalau tahun ini rumah susun dibangun di Kolaka. Ada 50 unit untuk PNS,” katanya.

Dengan banyaknya alokasi perumahan rakyat di Sultra, Musniar berharap pemerintah daerah memiliki keinginan yang kuat untuk membantu masyarakatnya memperoleh hunian yang layak. (p14/b/aha)

To Top