Konsel Mampu Hasilkan Produk Limbah Kayu – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Konsel Mampu Hasilkan Produk Limbah Kayu

IST
BUPATI Konsel, Surunuddin Dangga memberikan hasil kerajinan dari bahan kayu kepada Deputi Infrastruktur Bekraf RI, Hari Sungkari belum lama ini.

INDUSTRI KREATIF

BKK, ANDOOLO- Konawe Selatan (Konsel) ternyata merupakan salah satu daerah yang ditunjuk sebagai pusat ekosistem kreatif limbah kayu oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI. Sejauh ini, ada dua desa di Konsel yang sudah masuk dalma ekosistem industri kreatif ini, yakni Desa Pangan Jaya.

Hal itu terungkap dalam penutupan workshop penguatan ekosistem pusat kreatif limbah kayu yang dihadiri langsung oleh Deputi infrastruktur Bekraf RI, Hari Sungkari, belum lama ini. Turut hadir Bupati Konsel, Surunuddin Dangga, Wakil Bupati Konsel, Arsalim Arifin serta para pengrajin dari Desa Pangan Jaya.

Bupati Konsel mengapresiasi Bekraf RI yang telah memberikan perhatian kepada pengrajin di Konsel dalam bentuk pelatihan. “Bekraf ini merupakan gabungan pekerjaan seni dan ilmu. Kami dalam membangun daerah mulai mendorong desa mempunyai unggulan. Ada desa wisata, desa peternakan sapi model SPR. Dua desa pusat ekosistem limbah kayu ini menjadi harapan sebagai desa bekraf dan kewajiban Pemda untuk meneruskan,” papar Surunuddin.

Bupati yakin dengan adanya kerajinan khas Konsel ini, akan menciptakan pangsa pasar yang potensial bagi masyarakat. Selanjutnya yang bisa dilakukan mendorong agar meningkatkan kualitas produk, baik melalui pelatihan, pameran hingga studi banding.

Untuk pameran, pihaknya telah meminta TP PKK Konsel untuk membuka stand di Bandara Haluoleo. Begitu juga akan menyewa stand di Kabupaten Wakatobi.
“Saya ingin meyakinkan kepada pengrajin mulai tahun ini, kebutuhan di tingkat desa seperti alat peraga PAUD tidak boleh dari luar. Kita harus yakin dengan produk sendiri,” tegasnya.

Dia memandang limbah kayu yang telah diolah menjadi produk kerajinan merupakan lapangan usaha yang harus terus didukung. “Pengrajin tak perlu ragu untuk memproduksi kerajinannya. Tugas kami mencari wadah untuk memberikan nilai ekonomi dan pemasaran produk,” tambahnya.

Wakil Bupati Konsel, Arsalim Arifin menambahkan, kerajinan tangan dari masyarakat Konsel telah dilirik pasar nasional. “Sampah-sampah bisa kita nolkan dan menjadi nilai tambah ekonomi. Dan ini sudah dua tahun berjalan. Ini merupakan kesyukuran kita karena tidak semua kabupaten mendapat perhatian Bekraf RI untuk pengelolaan limbah kayu menjadi produk kerajinan,” tandasnya. (cr13/b/aha)

To Top