Pendidikan

Berhasil Terapkan Lima Hari Sekolah, SMPN 1 Kendari Peroleh Manfaat Lebih

SUMARDIN/BKK
Mahdin

BKK, KENDARI- SMPN 1 Kendari telah berhasil menerapkan program lima hari sekolah atau full day school. Namun, beberapa sekolah dan pihak lainnya masih menolak program pemerintah pusat tersebut dengan berbagai alasan.

Kepala SMPN 1 Kendari, Mahdin mengaku, program lima hari sekolah tersebut mempunyai manfaat yang lebih bila ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Olehnya, pemerintah harus melakukan strategi yang tepat untuk melakukan pendekatan-pendekatan sosial kepada masyarakat.

“Sesungguhnya setelah menerapkan lima hari sekolah, saya menemukan sesuatu yang mempunyai nilai yang bermanfaat. Misalkan dalam penerapan delapan jam perhari di sekolah, bisa langsung diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan pengembangan diri dan sekaligus mengektifkan penggunaan hari Jumat dan Sabtu,”ujar Mahdin saat ditemui, Senin (14/8)

Ia menuturkan, banyaknya sekolah yang belum menerapkan program tersebut, memerlukan sosialisasi dan peran dari pemerintah. Khususnya sekolah yang dianggap memiliki sarana dan prasarana yang memadai harus dipetakan dan terus didorong untuk mensukseskan program Mendikbud itu.

Mengenai adanya keluhan orang tua siswa yang tidak menerima program fullday school tersebut, akunya, sejauh ini belum ia dapatkan di sekolahnya.
Dalam penerapan program ini juga, lanjutnya, buka hanya pihak sekolah yang terlibat. Orang tua siswa, tokoh agama dan masyarakat lainnya juga ikut berperan aktif sesuai dengan penerapan implementasi pendidikan penguatan karakter di sekolah.

“Sebelum pelaksanaannya, di SMPN 1 Kendari kita sendiri sudah melakukan sosialisasi dan uji coba sebelumnya, sehingga orang tua siswa/siswi sediri langsung memberikan respon yang positif dengan pelaksanaan lima hari sekolah,” tandasnya. (p12/c/nur)

 

To Top