Beranda

Akun FB Dibajak, Peserta Top Model Indonesia Mundur Satu per Satu

IST
Ilustrasi hacker

Beritakotakendari, Kendari- Akun Facebook (FB) milik Fardan la’kare selaku Ketua Yayasan Pembina Model Sultra telah dihack oleh orang yang tidak dikenal sejak Selasa 8 Agustus. Fardan mengaku aksi tersebut sangat merugikan pihaknya, terutama dalam pagelaran seleksi Top Model Indonesia tingkat Sultra 2017 yang masih berlangsung saat ini.

Bagaimana tidak, pelaku pembobolan akun tersebut memosting hal-hal negatif terkait penyelenggaraan seleksi model tersebut. Mulai mengunggah foto-foto tidak senonoh dari para peserta yang sudah diedit, hingga dukungan acara ini untuk LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual).

“Hacker tersebut memosting bahwa ada kegiatan terselubung pemilihan LGBT yang mengatasnamakan Fardan la’kare. Dan hacker tersebut menghack email dan mengambil semua akun social media saya,” tuturnya, Kamis (10/8).

Fardan sendiri baru tahu masalah itu setelah diberitahukan oleh rekan-rekannya. Dia pun kaget karena sudah bertahun-tahun tidak menggunalan Facebook.

“Saya hanya pakai Whatsapp dan Line,” jelasnya.

RIA/BKK
Fardan

Fardan sendiri membantah keras isu kampanye terselubung LGBT dalam acara itu. Apalagi, kata dia, pihaknya menggandeng Badan Narkotika Nasional dalam kegiatan tersebut.

Sayangnya, postingan dari akunnya itu sudah menyebar kepada masyarakat. Dampaknya, sudah ada beberapa peserta model yang mengundurkan diri.

“Dari Muna dua orang langsung mengundurkan diri karena orang tua yang melarang. Dari Konawe Selatan, perwakilan dari Kota Kendari, dan Duta Pariwisata tahun ini mengundurkan diri juga,” katanya.

Dengan mundurnya beberapa peserta, jumlahnya pun kini tidak cukup lagi 150 orang, yang terdiri atas 90 model perempuan dan 60 model pria. Yang lebih parah, ada beberapa sponsor yang termakan isu tersebut dan menyatakan akan mundur.

“Kita benar-benar sangat dirugikan. Terutama isu dukungan untuk LGBT itu. Banyak peserta yang mundur karena dihujat telah mendukung LGBT,” sambungnya.

Farda pun memastikan akan menempuh langkah hukum, dengan melaporkan aksi kriminal pelaku kepada aparat. Dia juga akan mengklarifikasi masalah ini kepada keluarga peserta dan masyarakat.

“Kami tegaskan bahwa pemilihan model ini murni untuk mencari dan membentuk generasi kreatif di Sultra,” kuncinya. (p14/aha)

To Top