Safei Letakan Batu Pertama Renovasi Gereja Tertua di Kolaka – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Safei Letakan Batu Pertama Renovasi Gereja Tertua di Kolaka

ARMIN/BERITA KOTA KENDARI
BUPATI Kolaka Ahmad Safei meletakan batu pertama pembangunan renovasi gedung Gereja Jemaat Maturia Watalara, Senin (7/8), yang merupakan gereja tertua di Kolaka.

BKK, KOLAKA- Bupati Kolaka Ahmad Safei bersama wakil bupati Kolaka Muhammad Jayadin, meletakan batu pertama renovasi pembangunan Gedung Gereja Maturia, di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Senin (7/8). Gereja ini merupakkan gereja tertua di Kolaka.

Ketua panitia pembangunan gedung gereja, Ruben melaporkan, jemaat Maturia Watalara diresmikan sejak 17 Agustus 1969, diawali penempatan Komando Batalyon Infantri 723 Nirranuang di Watalara pada April 1969 Saat itu, ada 17 Kepala Keluarga (KK) dengan 89 jiwa umat Kristiani.

“Rumah ibadah darurat jemaat Watalara diresmikan bersamaan peneguhan Majelis atau pengurus gereja pertama, tanggal 17 agustus 1969. Jemaat Watalara merupakan jemaat ketiga yang berdiri di wilayah Mekongga Barat, setelah Jemaat Pomalaa dan Kolaka, ” kata Ruben.

Masih kata Ruben, gereja permanen baru dibangun pada 13 November 1984 dengan ukuran 12 x 20 meter. Saat itu, peletakan batu pertama dilakukan ketua wilayah Mekongga, Pdt Edius Laban. Proses pembangunan gedung mulai tahun 1984 hingga 1996 telah menghabiskan dana Rp 35.226.000.

Saat ini gedung Gereja Mertua Watalara kembali dibangun, dengan dana awal Rp 180 juta. Gedung ini sudah diperluas hingga 13 x 24 meter. Adapun total anggaran yang dibutukan diperkirakan mencapai Rp 1.408.033.000. Menurut Ruben, jemaat Merturia Watalara berjumlah 99 KK atau 376 jiwa.

Bupati Kolaka Ahmad Safei menyampaikan rasa hormat dan penghargaan atas dibangunnya gedung gereja Merturia, sebab beberapa waktu lalu diresmikan gereja Kibait di Watalara. Ini dinilai menjadi kekuatan dalam membangun bangsa, sebab meski pembangunan fisik berjalan begitu pesat, tapi kalau pembangunan moral dan spiritual tidak dilakukan, itu sangat berbahaya.

“Tidak ada gunanya membangun gedung yang tinggi dan mewah, kalau pembangunan moral dan spritual tidak dilaksanakan,” katanya.

Safei mengatakan bahwa tidak ada manusia yang miskin ketika membantu pembangunan rumah ibadah, sebab Tuhan telah menentukan nasib seseorang. Karena itu dia mengimbau untuk membantu pembangunan gedung gereja supaya cepat selesai. Bupati sendiri menyumbang Rp 25 juta dan 300 zak semen. (r3/b/aha)

To Top