Beranda

150 Model di Sultra Bersaing di Top Model Indonesia 2017

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
SEJUMLAH peserta ajang Top Model Indonesia 2017 dari Sultra saat tampil dalam sebuah even yang digelar di Kendari, belum lama ini.

BKK, KENDARI- Sebanyak 150 model se Sulawesi Tenggara, yang terdiri dari 60 model pria dan 90 model wanita, ikut ambil bagian dalam ajang pemilihan Top Model Indonesia 2017. Mereka sebelumnya sudah menjalani seleksi ketat dari tim juri.

Fardan la’kare, Ketua Yayasan Pembina Model Sultra dan Pemilik Kresindo Kendari menjelaskan, pada tahap pembukaan seleksi, jumlah model yang mendaftar sebanyak 587 orang. Dari hasil seleksi, dipilihlah 150 orang tersebut.

“Awalnya yang mendaftar sebagai peserta itu 587 model. Lalu di sesi pemotretan yang lolos 248 orang. Diseleksi lagi sehingga terpilih 90 peragawati dan 60 peragawan. Seleksinya dari bulan Juni, sampai saat ini sudah lewati tahap sesi pemotretan, wawancara, penilaian attitude dan catwalk,” katanya.

Selanjutnya, para peserta akan menjalani rangkaian pembekalan. Untuk materi kepemimpinan, akan ditangani Umar Bonte dari DPRD Kota Kendari.

Pembekalan sikap berpakaian dan perpenampilan dibawakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sultra. Sedangkan Kreasindo School Kendari akan menangani pelatihan catwalk dan pendidikan kepribadian.

Selain itu, ada juga pendidikan make up dari Eltepro, dan penyuluhan tentang bahaya narkotika dari BNN. “Tujuan diadakan kegiatan ini yaitu menciptakan generasi yang aktif, kreatif dan inovatif,” katanya.

Sesuai dengan tujuan tersebut, pihak panitia pun meniadakan penilaian untuk karakter fisik ideal. Seperti diketahui, dalam dunia modelling, kualitas fisik sangat menentukan, terutama wajah dan tinggi badan.

“Untuk karakter fisik, kita tidak adakan sebagai salah satu penilaian. Padahal kalau model harusnya karakternya standar nasional cewek tinggi 165 cm, dan cowok 180 cm. Tetapi kita tidak membatasi tinggi karena dari mereka-mereka ini pasti ada generasi-generasi yang kreatif,” kata Fardan.

Dia melanjutkan, pembekalan ini diharapkan menambah wawasan para peserta untuk mengikuti tahap final. Sebab dari 150 peserta, hanya ada tiga model cewek dan tiga model cowok yang akan mewakili Sultra pada tingkat nasional.

“Grand finalnya nanti kita gelar di Clarion (Hotel Grand Clarion Kendari) tanggal 20 Agustus,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata dia, jebolan Top Model Indonesia dari Sultra sudah mengisi banyak job model. Seperti Putri Citra, Putri Pariwisata dan Duta Pariwisata. Dia berharap lulusan kali ini juga mendapatkan karir modeling yang baik.

Selain itu, pihak Kreasindo juga membuka pendaftaran untuk Indonesia Top Model Junior. Pendaftaran akan ditutup pada 17 Agustus mendatang. Ajang model cilik dan remaja ini dibagi empat kategori, yakni, kategori A usia 4-7 tahun, kategori B 8-11 tahun dan kategori C 12-14 tahun.

“Harapannya Sultra bisa memenangkan ajang tahun ini, karena tahun lalu yang masuk 10 besar ada 2 orang dari Sulawesi Tenggara. Kita banyak menyabet juara, seperti fotogenic dan catwalk,” tandasnya.

Untuk melihat foto para peserta dari Sultra, dapat mengakses Instagram dengan akun @indonesiatopmodel_sultra. Menurutnya, penilaian kesukaan juga ikut menentukan babak final nanti.

“Ada penilaian juga dilihat dari banyaknya like dari masyarakat terhadap finalis-finalis top model. Akan diposting H-7. Tanggal 14 Agustus sudah diposting,” tambahnya.
(p14/c/aha)

To Top