Timsel Panwaslu Dituding Lakukan Pelangngara, Anselmus: Segera Lapor Polisi – Berita Kota Kendari
Suksesi

Timsel Panwaslu Dituding Lakukan Pelangngara, Anselmus: Segera Lapor Polisi

KENDARI, BKK – Tim seleksi (Timsel) Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk Pilkada Sulawesi Tenggara (Sultra), Anselmus Ar Masiku mengaku risih pihaknya dituding melakukan pelanggaran dan kecurangan dalam proses seleksi. Ia pun mengusulkan tuduhan tersebut dilaporkan ke pihak berwajib untuk membuktikannya.

Sebagaimana pernyataan sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaringan Pemantau Kebijakan Publik Sultra Ikhsan Labuan, perekrutan panwas kabupaten/kota untuk Pilkada Sultra sarat akan kecurangan.

“Kalau memang dia (Iksan, red) ada bukti terjadinya pelanggaran dalam perekrutan panwas, segera lapor polisi dan tunjukkan dimana buktinya itu. Jangan hanya membuat opini saja dengan menyebut timsel secara keseluruhan ,” kata Anselmus kepada Berita Kota Kendari, Senin (24/7).

Menurut Ansel sapaan akrabnya, selama menjadi timsel, dalam perekrutan dirinya selalu bekerja sesuai dengan aturan dan koridor perundang-undangan yang berlaku. Dia tidak mengetahui jika adanya pelanggaran sampai terjadinya suap-menyuap seperti yang ditudingkan Ikhsan.

“Kalau memang dia mau mengungkap adanya pelanggaran penyalagunaan kewenangan timsel dalam bentuk penyuapan, segera lapor polisi siapa yang menyuap dan siapa yang disuap biar jelas. Jangan malah mengatakan adanya pelanggaran. Seolah-olah kita sebagai timsel itu tidak bekerja dan menilai kinerja timsel itu tidak profesional,” kesalnya.

Bila tudingan itu tidak dapat dibuktikan, lelaki yang juga menjadi Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Kendari ini yang akan melapor ke kepolisian dengan pengecemaran nama baik.

“Suruh melapor di polisi agar diketahui siapa orang yang dimaksudkan itu. Kalau tidak maka kami yang akan melapor karena saya anggap itu adalah pencemaran nama baik. Sebut namanya timsel yang melakukan pelanggaran itu,” ancamnya.

Ansel menduga, tuduhan pelanggaran timsel tersebut sengaja dilakukan calon anggota panwas dalam tahapan seleksi. Mereka sengaja membuat opini untuk menjatuhkan anggota timsel.

“Sangat tidak bijak jika sudah mengetahui adanya pelanggaran tetapi malah didiamkan saja. Jangan karena memang tidak lulus maka langsung mengatakan bahwa ada pelanggaran,” ungkapnya.

Terpisah, Ikhsan menuturkan, sudah memiliki bukti serta saksi atas keterlibatan dari timsel yang melibatkan Bawaslu Sultra saat perekrutan panwaslu. Hanya saja, kata dia, dirinya masih mengumpulkan bukti secara valid.

“Sudah ada saksi-saksi yang mengatakan adanya pelanggaran saat perekrutan. Tetapi, saya masih mengumpulkan bukti valid atas semua itu,” ujarnya.

Bahkan, dirinya tidak mempersoalkan jika salah satu timsel melaporkan dirinya di kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik terkait pernyataannya itu.

“Silahkan kalau memang mau melaporkan saya di polisi karena pernyataan saya jika dalam perekrutan panwas itu terjadi pelanggaran sampai adanya suap di dalamnya,” tutupnya. (m2/nur)

To Top