Kasusnya Naik ke Meja Penyidikan, Polda Segera Panggil Oknum Anggota DPRD Konsel – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Kasusnya Naik ke Meja Penyidikan, Polda Segera Panggil Oknum Anggota DPRD Konsel

KENDARI, BKK – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menyeret oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Selatan, I Komang Surta, telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menaikan kasus ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, usai melakukan gelar perkara.

“Setelah mengantongi dua alat bukti yang sah, penyidik langsung meningkatkan kasus ini,” ujar Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Senin (24/7).

Hanya saja, tambah dia, peningkatan kasus ke penyidikan tidak langsung diikuti dengan penetapan tersangka, sabab penyidik masih harus melakukan pemeriksaan terhadap IKS (I Komang Surta) dalam status sebagai saksi.

Karenan IKS berstatus sebagai oknum anggota DPRD Konsel maka pemeriksaannya harus melalui izin Gubernur Sultra.

“Penyidik segera mengirim surat izin panggilan yang bersangkutan (I Komang Surta) ke gubernur. Kala izinnya sudah keluar, penyidik akan langusng mengirimkan panggilan,” kat Dolfi.

Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini mebeberkan, menusul kasus tersebut telah ditingkatkan ke penyidikan maka kemarin penyidik kembali meminta keterangan pelapor Sudi Laksmana. Saksi lain yang turut dimintai keterangan yakni orangtua Sudi Laksmana, Komang Subrata.

Diberitakan I Komang Surta, dilaporkan Sudi Laksmana atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang sejumlah Rp 130 juta. Uang ini sebagai pemulus pengurusan paket proyek yang dijanjikan terlapor.

Ironisnya, kepada terlapor, I Komang Surta berjanji akan memberikan paket proyek yang ada di Kabupaten Konawe Kepulauan. Namun hingga kini, paket proyek tersebut tak kunjung terealisasi.

Sebelum melapor, korban telah beberapa kali mendatangi I Komang Surta untuk meminta uangnya dikembalikan. Namun, terlapor hanya berjanji akan mengembalikan.

Dalam kasus ini penyidik menerapkan Pasal 378 dan Pasal 372 Kita Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman empat tahun penjara. (man/iis)

To Top