377 Calon Maba Ujian CBT Seleksi Mandiri di USN Kolaka – Berita Kota Kendari
Pendidikan

377 Calon Maba Ujian CBT Seleksi Mandiri di USN Kolaka

Rektor USN Kolaka Azhari membuka pelaksanaan tes ujian komputer dasar/Computer Based Test, melalui seleksi mahasiswa baru jalur mandiri.

KOLAKA,BKK- Sebanyak 377 orang calon mahasiswa maru (Maba) mengikuti tes ujian komputer dasar atau Computer Based Test (CBT), melalui seleksi jalur mandiri di Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Senin (24/7), di gedung perkuliahan Fakultas Tehnik Informasi (FTI).

“Yang ikut tes hari ini sebanyak 377 orang dari 677 calon maba yang mendaftar melalui jalur mandiri,” kata Wakil Rektor (WR) II USN Kolaka Prof Dr Ruslin Hadanu, ditemui dilokasi ujian kemarin.

Menurut Ruslin, karena keterbatasan ruangan apa lagi ujian melalui sistem CBT dan tujuh sesi, maka ujian dilanjutkan, Selasa (25/7). Begitupun pendaftaran tetap dibuka sampai 31 Juli 2017.

Bagi yang tidak lulus pada tes pertama, tidak boleh lagi ujian lagi karena hanya dibolehkan satu kali saja.

Sementara Rektor USN Kolaka Dr Azhari mengatakan, USN hanya membutuhkan sekiranya 200 mahasiswa melalui jalur mandiri. Jumlah itu untuk memenuhi kuota sebesar 1.500 orang maba yang sebelumnya telah mendaftar melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN).

“Karena itu kita berharap maba yang lolos seleksi melalui jalur mandiri ini betul-betul memiliki kualitas yang baik untuk dapat menjadi mahasiswa di USN, sebab menjadi mahasiswa USN merupakan suatu hal yang sangat diminati oleh semua orang,” kata Azhari saat memberikan sambutan pada calon maba yang akan mengikuti ujian.

Dikatakan Azhari, USN Kolaka diminati bahkan sampai di luar Provinsi Sultra karena fasilitas dan pemenuhan kebutuhan jurusan yang sudah maksimal. Paling mendasar nilai uang kuliah yang dibebankan kepada mahasiswa juga terbilang kecil.

“Uang SPP di USN ini mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2,4 juta per semester,” ungkapnya.

Selain itu, di USN belum memberlakukan uang pangkal seperti universitas lain di Sultra. Karena itu, Azhari menginmabau para maba untuk mengisi data dirinya secara realistis, utamanya penghasilan orang tuanya, sehingga tidak berdampak pada penetapan uang SPP yang tinggi.

“Jangan sampai karena gengsi, para calon mahasiswa mengisi data penghasilan orang tuanya dengan nilai yang tinggi, padahal pendapatannya kecil. Nanti hal itu akan berdampak pada penetapan SPP yang tinggi juga. Semakin besar penghasilan orang tua, maka semakin besar juga SPP anaknya,” ungkapnya.

Azhari juga menyampaikan kalau USN masih membuka kesempatan besar bagi calon maba dari keluarga miskin dan yatim piatu untuk mendapatkan beasiswa, seperti yang selama ini dilakukan kampusnya tersebut.

“Kalau di Kolaka masih ada orang yang tidak bisa kuliah kerena tidak mampu, tolong disampaikan ke saya, kita akan usahakan supaya dia kuliah,”pungkas Azhari. (r3/nur)

To Top