Headline

Sultra Berduka, Mantan Wagub Hoesein Effendy Wafat

Hoesein Effendy

KENDARI, BKK – Masyarakat Sultra kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Adalah mantan wakil gubernur di era La Ode Kaimoeddin, Brigjen Pol Drs H Hoesein Effendy SH wafat di RS Advent Bandung, Minggu (23/7).

Informasi meninggalnya Wagub yang dikenal tegas namun humanis ini beredar di media sosial baik facebook maupun WAG.

Informasi itu awalnya dipublikasikan Kepala Bappeda Sultra, Nasir Andi Baso sekitar pukul 02.52 Wita.

“Assalamu Alaikum… Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. telah berpulang kerahmatullah Bapak Brogjen Pol Drs H Husein Eefendy SH, mantan Wakil Gubernur Sultra tadi subuh jam 02.27 WIB di bandung. An. keluarga besar kami memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh teman-teman sahabaf jika beliau semasa hidup ada kata dan ucapan yang salah sekali lagi memohon maaf…semoga arwah beliau khusnul khatimah… Amin YRA,” demikian tulis Nasir Andi Baso dalam WAG.

Tulisan Andi Baso tersebut kemudian disebarkan juga Kepala Biro Layanan Pengadaan Setda Sultra Rony Yakob Laute di beberapa WAG.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sultra, Drs H Kusnadi ketika dikonfirmasi membenarkan kabar duka tersebut.

“Ya, beliau meninggal subuh tadi di Bandung sekitar jam dua dan beliau juga sudah lama sakit,” ungkap Kusnadi melalui pesan singkat whatsapp kepada jurnalis, Minggu (23/7).

Pada kesempatan itu, Kusnadi sempat menceritakan sosok Husein Effendy yang dikenalnya saat dia masih berstatus sebagai wartawan di RRI Kendari.

Menurut Kusnadi, Hoesein Effendy sebagai gubernur dari La Ode Kaimoeddin dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dalam menjalangkan tugas.

“Beliau kan berlatar belakang perwira polisi, sehingga sangat disiplin dan berusaha menegakkanya kepada PNS di lingkup Pemprov,” katanya.

Namun demikian, menurut Kusnadi, Hoesein juga adalah sosok yang humanis dan baik.

“Beliau juga sangat baik dan menjaga hubungan komunikasi dengan siapa saja tanpa pilih kasih. Beliau sangat dekat dengan wartawan,” kenang Kusnadi.

Berdasarkan data yang dikumpulkan BKK, Hoesein Effendy lahir di Kendari 7 November 1946, atau meninggal dalam usia 71 tahun.

Hosein Effendy adalah salah satu putra Sultra yang berhasil lolos pada Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Kepolisian pada tahun 1966.

Dalam bidang pendidikan dia meraih gelar S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (Ubhara), Jakarta.

Setelah berkarir di institusi kepolisian, dengan menempati beberapa posisi penting di institusi kepolisian di Polda Jawa Timur dan Polda Jawa Barat, pada pemilihan gubernur 1997 dia terpanggil pulang mengabdi di daerahnya untuk menjadi wakil gubernur dari gubernur Drs H La Ode Kaimoeddin.

Saat pemilihan melalui anggota DPRD Sultra, akhirnya mereka memenangkan pemilihan untuk periode 1997-2002.

Setelah tak menjadi wakil gubernur, Hoesein tetap kompak dengan La Ode Kaimoeddin bergabung di partai politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dia menempati posisi sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Tenggara periode 2003-2006.

Ketika La Ode Kaimoeddin mengalami sakit dan akhirnya meninggal, Hoesein ditunjuk menjadi Pls Ketua DPW PPP Sultra, hingga digelar Muswil yang memilih Yusran Silondae sebagai Ketua.

Kemudian Hoesein diamanhkan sebagai Dewan Pertimbangan DPW PPP Sultra periode 2006-2007, sertas menjadi anggota Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Aktifnya di PPP, mengantarkan Hoesein Effendy terpilih sebagai salah satu anggota DPRD Sultra periode 2004-2009.

Pada pileg 2009, Hoesein memilih bertarung memperebutkan posisi anggota DPD-RI. Namun saat itu suaranya hanya mampu berada di posisi lima.

Pada tahun 2010, dia dilantik Ketua DPD, Irman Gusman sebagai anggota DPD, pengganti antar waktu (PAW) dari Abidin Mustafa yang meninggal karena sakit.

Selama karirnya, Hoesein pernah menerima penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun pada 1996, Satya Lencana Bhayangkara Nararya, Satya Lencana Manggala Karya Kencana Kelas I tahun 2000, dan Satya Lencana Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada tahun 2002.

Setelah tak menjadi anggota DPD-RI lagi, Hoesein Effendy banyak menghabiskan waktunya di Kendari dan Bandung. Hingga akhirnya meninggal di RS Advent Bandung, Minggu (23/7) sekitar pukul 02.27 dini hari.

Hoesein dimakamkan di TPU Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Minggu (23/7).(cr6/lex)

To Top