Karena Ridwan, Partai Demokrat “Retak” – Berita Kota Kendari
Suksesi

Karena Ridwan, Partai Demokrat “Retak”

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Pendaftaran bakal calon (Balon) Gubernur Sultra, Ridwan Bae di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat membuat keretakan di internal partai besutan Susilo Bambang Yuhitono (SBY) itu.

Keretakan itu terjadi karena sesama kader berbeda persepsi terkait proses pendaftaran Ridwan.

Di satu sisi, ketua tim penjaringan DPD Partai Demokrat Sultra Budhi Prasodjo menuturkan, sampai saat ini Ridwan masih sah terdaftar di partainya sebagai balon gubernur. Sementara LM Taufan Alam selaku juru bicara mengungkapkan Ridwan telah dicoret di Demokrat karena tidak memenuhi syarat administrasi.

“Sampai dengan batas waktu perbaikan pengembalian berkas Pak Ridwan sama sekali tidak menyelesaikan administrasinya. Sehingga, kita hapus pencalonannya melalui PD,” ungkap Taufan Alam saat ditemui di DPRD Sultra beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi I DPRD Sultra ini menjelaskan, sebelum memutuskan untuk mencoret Ridwan, pihaknya telah memberitahukan kepada yang bersangkutan agar melengkapi berkas pendaftarannya. Hanya saja, sampai batas yang diberikan, anggota DPR RI itu sama sekali tidak memenuhinya.

“Kita sudah menyampaikan kepada para kandidat batas waktu kelengkapan berkas dan administrasi terhadap balon yang belum melengkapinya untuk segera dilengkapi.Tetapi, sampai batas waktu yang ditentukan dia (Ridwan) tidak juga melengkapinya,” jelasnya.

Dengan tidak melengkapi dan memenuhi kekurangan berkasnya, maka Ridwan dianggap tidak bersedia untuk masuk sebagai kontestan di Pilgub Sultra melalui Partai Demokrat.

Namun demikian, Budhi Prasodjo tetap menganggap pencalonan Ridwan di partainya masih sah dan sama sekali belum dicoret. Pasalnya, hingga saat ini masih menunggu keputusan resmi dari Ketua DPD Demokrat Sultra Muh Endang SA.

“Sampai saat ini saya masih menunggu ketua DPD kembali dari jakarta untuk memutuskan pencalonan Ridwan Bae itu seperti apa. Tunggumi ketua DPD karena peryataan dicoretnya Ridwan itu masih sebatas pernyataan dari tim penjaringan kemarin,” tuturnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya kemarin.

Ia sendiri belum dapat memastikan keputusan yang akan diambil partainya untuk Ridwan. Menurutnya, hal itu akan diputuskan pekan depan.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Golkar Imam Al Ghozaly yang juga merupakan ketua tim pemenangan Ridwan membenarkan jika Ridwan tidak melengkapi berkas formulir pendaftaran di Demokrat.

Ia menuturkan, dirinya sengaja tidak melengkapi berkas pendaftaran berupa syarat administrasi dari apa yang dipersyaratkan partai itu pada saat proses pendaftaran kemarin. Pasalnya, dirinya mengaku ragu terhadap konsistensi tim penjaringan Partai Demokrat itu sendiri.

“Kami ragu terhadap konsistensi tim penjaringan Partai Demokrat karena sebelumnya proses pendaftaran sudah ditutup tetapi tim penjaringan partai itu kembali membuka pendaftaran balon gubernur,” pungkasnya. (m2/nur)

To Top