Pembentukan BOP Wakatobi Ketua Wantimpres Kagumi Keasrian Desa di Sultra – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pembentukan BOP Wakatobi Ketua Wantimpres Kagumi Keasrian Desa di Sultra

ISWANDI – MARWAN/BERITA KOTA KENDARI
BUPATI Wakatobi, Arhawi berjalan bersama Ketua Wantimpres RI, Prof Dr Sri Adiningsih untuk selanjutnya meninjau desa-desa persiapan wisata, Kamis (20/7). Foto lainnya menunjukkan Bupati Konsel, Surunuddin Dangga memberikan cinderamata kepada Sri Adiningsih.

WANGIWANGI, BKK– Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof Dr Sri Adiningsih bersama timnya melakukan kunjungan di Sulawesi Tenggara selama dua hari terakhir ini. Dua daerah yang dikunjungi adalah Wakatobi serta Konawe Selatan.

Kunjungan kali ini berkaitan dengan pembentukan Badan Otorita Pariwisata Wakatobi. Sejak Rabu, Sri Adiningsih bersama timnya mengunjungi sejumlah objek wisata pedesaan yang disiapkan oleh Pemkab Wakatobi maupun Konsel.

Di Wakatobi, Kamis (20/7), Sri Adiningsih meninjau tiga destinasi wisata pedesaan, yakni Desa Waha, Desa Liya dan Desa Mola. Sri pun mengungkapkan kekagumannya lantaran ketiga desa ini masing-masing memiliki keunikan.

Kedatangannya kali ini untuk melihat secara perkembangan sekaligus permasalahan pariwisata yang dihadapi pemerintah, agar nanti bisa dia sampaikan langsung kepada Presiden RI. Dia menekankan pembentukan BOP Wakatobi sudah menjadi komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pada sepuluh destinasi utama Indonesia, di mana Wakatobi masuk diantaranya.

“Jauh hari sebelum pemerintah menetapkan Wakatobi sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas ini, Wakatobi sudah menjadi ikon internasional. Saya sangat bersyukur karena visi bupati dan wakil bupati sekarang ini ingin menjadikan daerahnya sebagai salah satu kabupaten maritim yang andal dan berkembang maju di Indonesia bagian Timur,” paparnya.

Sri Adiningsih juga mengapresiasi adanya komunitas masyarakat Wakatobi yang aktif bergerak di bidang pengembangan pariwisata. “Sangat menarik. Dengan tumbuh dan berkembangnya CBT (Community Base Tourism) di Wakatobi, yang katanya sudah 10 tahun berjalan dan dikelola dengan baik, ini sangat sesuai dengan program pusat yang ingin mengentaskan kemiskinan. Ini sudah jadi dasar yang kuat sehingga tinggal dipoles. Dan saya percaya dengan dukungan pusat serta Pemda, pariwisata di Wakatobi akan lebih maju lagi,” tambahnya.

Tak lupa dia menyampaikan bahwa kebijakan Presiden itu sudah sangat jelas, yakni mengurangi ketimpangan dan kemiskinan dalam sisa dua tahun kepemimpinannya. Maka dari itu, Wantimpres punya kewajiban untuk ikut membantu kebijakan tersebut, diantaranya dengan meyakinkan bahwa daerah dipinggiran serta pulau-pulau pesisir, bisa didorong untuk berkembang dan maju.

Sri Adiningsih mengungkapkan Wantimpres sangat ingin pemerintah berhasil mencapai target kunjungan wisata mancanegara sebanyak 20 juta orang di tahun 2019. Peningkatan wisata ini akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Dan untuk itu, diperlukan kesolidan bersama.

Bersama Adiningsih, ikut hadir Dr Ir Nunung Nuryartono M Si (penanggung jawab tim kajian), Dr Ir Arya Hadi Dharmawan M Sc (wakil ketua tim kajian), Prima Laksmitasari S Ip M Si (Kepala Subbag Keprotokolan dan Persidangan Wantimpres), Sugeng Widodo SE MM (sekretaris tim kajian) dan Desiana Nur Rachmawati, S Pd (analis ekonomi, biro data dan informasi Wantimpres)

Bupati Wakatobi H Arhawi yang menyambut kedatangan rombongan Wantimpres mengatakan, Pemkab Wakatobi akan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita dari pembentukan BOP Wakatobi. “Insya Allah masalah BOP ini akan segera terjawab. Kita sudah ada pertemuan dengan Menko Maritim dan Menpar pada tanggal 7 Juli lalu yang membahas kesiapan lahan BOP. Dan hari ini, tinggal menunggu proses secara teknis tentang status lahan,” katanya.

Setelah BOP Wakatobi terbentuk dan ada perkembangan lebih lanjut, maka itu sudah masuk status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pemkab, kata dia, siap mendukung pembangunan infrastruktur wisata di Wakatobi.

Sebelumnya, Rabu (19/7), Sri Adiningsih juga mengunjungi Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti Konawe Selatan. Sri nampak takjub dengan suasana desa tersebut.

“Namu luar bisa indah, bersih dan sangat segar, karena tidak ada polusi. Ini seperti surga hijau di Indonesia Timur,” pujinya.

Sri Adiningsih pun mengatakan pemerintah pada prinsipnya akan mendukung pengembangan Desa Wisata Namu yang telah dikembangkan oleh masyarakat, Kelompok Sadar Wisata. Menurutnya, desa wisata yang dibentuk oleh kesadaran masyarakatnya akan lebih berkembang dan mengakar. Sebab semua komponen masyarakat akan terus mempertahankan keasrian desanya.

“Apalagi komitmen dari pemerintah untuk mengembangkan atraksi dan fasilitas yang ada di desa wisata ini, sudah ada” jelasnya.

Bupati Konsel Surunuddin Dangga, mengatakan pemerintah akan terus bekerja dan menghasilkan karya yang bisa langsung diperhitungkan oleh pemerintah pusat. “Ini berawal dari kreatifitas Pemda dengan mulai berbuat, setelah semua siap, baru meminta dukungan pemerintah pusat. Inilah rahasianya kenapa banyak menteri yang datang berkunjung ke Konsel,” ucapnya.

Dia mencontohklan, Desa Wisata Namu ini digarap Pemda dengan membuka akses jalan. Dia juga mengatakan sudah menyiapkan desain untuk penataan wisata di desa-desa lainnya. (k2-cr13/aha)

To Top