Pemaparan Visi Misi Balon Kepala Daerah, Demokrat Libatkan Delapan Akademisi – Berita Kota Kendari
Suksesi

Pemaparan Visi Misi Balon Kepala Daerah, Demokrat Libatkan Delapan Akademisi

KENDARI, BKK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara (Sultra) melibatkan delapan akademisi dalam persiapan agenda pemaparan visi dan misi bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur (wagub).

Delapan akademisi ini merupakan perwakilan dari berbagai universitas yang ada di Kota Kendari yakni Prof Dr Wempi Bangga, Prof Dr Ir H Andi Bahrun, Prof Dr H Nasruddin Suyuti, Prof Dr H Abdulah Al Hadzah, Prof Hj Sartiyah Yusran, Prof Dr Ir Azhar Bafadal, Prof Dr Eka Suaib dan Dr Ir Anas Nikoyan.

Ketua DPD Demokrat Sultra Muh Endang SA mengatakan, para akademisi yang dilibatkan merupakan orang-orang yang dinilai netral dan tidak menjadi tim pemenangan dari salah satu kandidat.

“Kami menjamin, para akademisi ini sudah tak diragukan lagi integritasnya dan merupakan hasil seleksi yang kami nilai benar-benar objektif,” katanya saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan kedelapan akademisi itu di Sekretariat DPD Partai Demokrat, Sabtu (15/7).

Dikatakannya, keterlibatan para akademisi ini diposisikan sebagai tim pakar atau perumus materi dalam debat kandidat gubernur.

Ia menjelaskan, pemaparan visi misi tersebut diagendakan berjalan pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang yang bakal dilakukan di empat daerah yakni Kota Kendari, Kabupaten Muna, Kolaka dan Bau-bau. Ia berharap, keterlibatan pihak akademisi itu dapat membuat agenda tersebut benar-benar bisa terlaksana secara objektif.

“Agenda awal, seharusnya diskusi dengan para akademisi ini hanya dilaksanakan selama 1,5 jam saja. Akan tetapi, kegiatan tersebut terlaksana lebih dari tiga jam karena banyak saran yang berkembang dalam diskusi ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra ini mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi, dalam pemaparan visi dan misi nantinya sudah disepakati empat tema utama.

Mulai dari tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, peningkatan kesejahteraan rakyat, kemakmuran rakyat dan infrastruktur.

“Keempat tema tersebut akan dibahas secara bertahap, dengan konsep satu tema utama di setiap zona yang telah ditetapkan. Dari empat tema utama kemudian dibagi beberap sub-sub temanya, yakni soal lapangan kerja, listrik, mitigasi bencana, korupsi banjir dan hal-hal lainnya,” tuturnya.

Dalam agenda pemaparan visi misi kandidat, masih kata Endang, pihaknya ingin mengedepankan konsep pilkada sebagai ajang pertandingan gagasan, platfon, track record dan penguasaan masalah serta solusinya. Bukan hanya sebatas pertandingan uang semata saja.

“Kami akan mengaloborasi pemikiran para kandidat. Sehingga, tidak membawa para figur ini dalam bualan semata, melainkan suatu rekaman program, sehingga siapa pun yang direkomendasikan dan berhasil memenangkan pertarungan pilgub ini, apa yang disampaikan dalam agenda debat politik tersebut, dapat dilaksanakan dalam aksi nyata,” bebernya.

Sementara itu, salah satu akademisi Prof Dr Abdullah Al Hadzah menuturkan, dalam proses pemaparan visi dan misi nantinya adalah merupakan suatu proses edukasi terhadap masyarakat. Terutama kepada masing-masing balon yang telah melakukan pendaftaran di Partai Demokrat.

“Kami di sini selaku akademisi hanya memberikan masukan secara substansi karena dalam pemaparan visi misi itu akan dilakukan konteks gagasan bukan merupakan konteks yang lain-lain. Selain itu juga merupakan suatu publikasi bagaimana partai demokrat dalam mengusung salah satu figur,” pungkasnya. (m2/nur)

To Top