Evakuasi Kapal Tenggelam di Pasarwajo Banyak Barang, tidak Ada ‘Orang’ – Berita Kota Kendari
Headline

Evakuasi Kapal Tenggelam di Pasarwajo Banyak Barang, tidak Ada ‘Orang’

ADNAN IRHAM/BERITA KOTA KENDARI
WARGA memadati lokasi evakuasi KM Muda Jaya di pesisir pantai Desa Sangia Manuru, Kecamatan Siotapina, Baubau, Sabtu malam. Polisi masih mencari nahkoda serta anak buah kapal dari kapal yang ditemukan dalam posisi terbalik di perairan Buton itu.

PASARWAJO, BKK – Sebuah kapal motor yang dilaporkan mengalami kecelakaan karena cuaca buruk di perairan Kabupaten Buton, beberapa waktu lalu, akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas di pantai Desa Sangia Manuru, Kecamatan Siotapina.

Saat diperiksa, kapal fiber dengan nama KM Muda Jaya itu sarat hanya dipenuhi barang-barang dan perlengkapan nelayan. Tidak ditemukan satu pun orang di dalamnya.

Proses evakuasi kapal ini sendiri berjalan cukup sulit. Pasalnya, petugas harus menunggu air surut untuk memudahkan proses evakuasi. Hasilnya, proses evakuasi yang dimulai sejak Sabtu malam itu terus tertunda karena permukaan laut terus mengalami pasang.

Selain itu, petugas harus melakukan pengamanan ekstra karena banyaknya warga yang sangat ingin masuk ke bangkai kapal untuk mencari barang-barang berharga. Dari luar, kapal ini memang masih memuat tumpukan karung plastik yang biasa digunakan untuk membungkus ikan.

Dari hasil pemeriksaan juga ditemukan sebuah mesin pendingin ikan. Dari situlah petugas menyimpulkan bahwa kapal tersebut merupakan kapal nelayan.

Namun bagaimana dengan para penghuninya? Hingga berita ini diturunkan, petugas belum bisa menyimpulkan. Satu-satunya informasi yang membantu adalah penemuan kartu identitas yang diduga milik salah satu ABK.

Dari kartu identitas itu, diketahui kapal berasal dari Muara Angke, Jakarta Utara. Polisi kemudian mengontak keluarga pemilik kartu identitas itu dan berhasil mendapatkan kontak dari seorang perempuan yang mengaku sebagai istrinya. Perempuan itu bernama Tuti dan berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

“Dari pengakuan isterinya ini, suaminya terakhir kontak dengan dia itu sebelum malam takbiran,” kata Wakapolres Buton, Kompol Arnaldo Von Bulow SIk saat turun langsung di lokasi evakuasi.

Dari pengakuan Tuti, diketahui kapal itu berlabuh dari Muara Angke dengan tujuan Marauke, Papua. Namun Tuti tidak tahu kapan pastinya kapal tersebut berangkat, hingga ditemukan dalam keadaan terbalik di perairan Buton.

Arnaldo melanjutkan, Minggu kemarin, petugas melakukan pembongkaran terhadap badan kapal untuk mencari ada tidaknya anak buah kapal. Ditanya terkait penemuan jasad lelaki dengan tato burung di Wakatobi, dia menyebut belum bisa dipastikan apakah jasad itu merupakan korban kapal.

“Tapi info terakhir yang kami dapat yang ditemukan di Wakatobi itu nelayan setempat,” katanya ketika dihubungi saat hendak berangkat ke Makassar. (cr7/aha)

To Top