Dituding KPK Abal-abal, Ternyata KPK Asli – Berita Kota Kendari
Headline

Dituding KPK Abal-abal, Ternyata KPK Asli

Priharsa Nugraha

Kendari, BKK – Kehadiran tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan PDAM Kota Kendari sempat disebut petugas KPK abal-abal alias bukan asli.

Tak tanggung-tanggung tudingan itu datang dari Sekretaris Dinas PU Kota Kendari, Rusdin Jaya, yang sempat didatangi penyidik KPK.

“Kita tidak yakin karena biasanya ada prosedur di KPK. Ini langsung ke obyeknya,” ungkap Rusdin usai menerima tiga orang dari pegawai KPK, Kamis (13/7) seperti dikutip dari laman inilahsultra.com.

Namun penilaian Sekdis PU Kendari tersebut dibantah secara resmi KPK. Melalui Kepala Bagian Publikasi KPK RI, Priharsa Nugraha menegaskan bahwa penyidik yang mendatangi Dinas PU dan PDAM Kota Kendari adalah asli dari KPK.

“Iya betul (petugas KPK),” ungkap Priharsa melalui pesan Whastappnya kepada jurnalis inilahsultra.com, Jumat (14/7).

Priharsa, sebelum memastikan benar-benar petugas dari KPK, terlebih dahulu meminta dikirimkan foto ketiga penyidik. Setelah dikirimkan ketiga foto penyidik saat usai mendatangi Dinas PU Kota Kendari, Priharsa menegaskan bahwa itu benar adalah penyidik KPK asli.

Menurut Priharsa, kedatangan ketiga petugas KPK ke dua instansi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari bukan agenda penyidikan.

“Tapi bukan lagi penyidikan itu,” singkatnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas PU Kota Kendari, Rusdin Jaya menjelaskan, yang mereka pahami jika ada penugasan turun ke daerah, penyidik berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau kejaksaan terkait aduan masyarakat yang diterima.

“Ini mereka langsung ke SKPD-nya dengan membawa surat perintah,” katanya.

Rusdin mengaku curiga bahwa yang mewawancarainya itu adalah bukan KPK asli. Sebab, dari kop surat perintah tugas (SPT) yang ditunjukan, dinilainya tidak asli.

“Saya lihat kopnya tadi garuda kuning biasa. Kalau setahu saya, lembaga tinggi negara punya ciri kop garuda emas,” jelasnya.

Rusdin mengaku, sempat menanyakan prosedur penanganan perkara kepada ketiga petugas KPK.

“Tadi saya sempat tanyakan prosedur. Kami legawa memberikan informasi. Hanya berkaca pada penegakan hukum, seperti polisi, mereka menyurat minta klarifikasi. Ini langsung datang dengan orangnya seakan perjalanan dinas biasa yang dilakoni,” tuturnya.

Sebelumnya, kata dia, kantornya belum pernah didatangi lembaga antirasua itu.

Menurut dia, ketiga petugas KPK itu menanyakan seputar kasus penyertaan modal dari Dinas PU Kota Kendari ke PDAM Tirta Anoa Kota Kendari pada Tahun 2011 kurang lebih Rp 3 miliar.

Tudingan bahwa ketiga penyidik bukan dari KPK asli juga sempat dilontarkan karyawan PDAM Kota Kendari saat ketiganya mendatangi perusaan pengelolaan air bersih Kota Kendari itu, Kamis (13/7).

Saat ketiganya datang di kantor PDAM, pegawainya sempat melontarkan bahwa mereka “KPK abal-abal”.

Di PDAM Kota Kendari, petugas KPK ini hanya memperlihatkan surat tugas permintaan klarifikasi atas dugaan kasus anggaran penyertaan modal di PDAM Kota Kendari Tahun 2011.

Karena dianggap suratnya tidak benar, seketika pegawai gaduh. Bahkan, pegawai menyebutkan bahwa ketiga orang yang dimaksud bukan dari KPK.

Di PDAM, terlihat beberapa pejabat Pemkot Kendari turut hadir. Di antaranya, Kepala BPKAD Kota Kendari Susanti dan mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih.

Suasana menjadi gaduh setelah ketiga petugas KPK keluar dari ruangan Direktur PDAM Kota Kendari.

“Ah itu KPK abal-abal. Tidak benar suratnya itu saya lihat,” ungkap salah seorang pegawai PDAM. (cr6/lex)

To Top